Asriani, Asriani (2025) MAKNA SIMBOLIK DALAM TRADISI MENRE’BOLA BARU DALAM MASYARAKAT BUGIS BARRU (STUDI DI KELURAHAN PALANRO KECAMATAN MALLUSETASI KABUPATEN BARRU). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
2020203880230007.docx - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

Makna Simbolik DalamTradisi Menre'Bola Baru Dalam Masyrakat Bugis Barru Studi Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi kabupaten Barru (dibimbing oleh A. Nurkidam). Penelitian ini bertujuan meajarakn atau memahami Makna Simbolik Dalam Tradisi Menre'Bola Baru adat Bugis yang dilaksanakan oleh masyarakarat Kelurahan Palanro Kecamatan Mallusetasi kabupaten dalam rangka memasuki rumah baru, dalam artian bahasa Bugis Barru. Tradisi Menre'Bola baru ,merupakan bentuk permohonan atau biasanya disebut dalam bahasa arab yaitu Tafa‟ul sedangkan dalam bahasa bugis disebut dengan “sennu-sennureng” (doa dalam bentuk simbol-simbol). Adapun sub masalah dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana makna simbolik dalam Tradisi Menre'Bola baru , 2). Bagaimana proses pelaksanaan Tradisi Menre'Bola dan 3).Bagaimana Nilai-Nilai Yang Didapat Dalam tradisi Menre’Bola . Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosial budaya, pendekatan antropologi budaya dan pendekatan fenomenologi. Adapun sumber data penelitian ini adalah tokoh agama, sanro bola (dukun rumah ) dan tokoh masyarakat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analis data melalui tiga tahapan yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan tradisi Tradisi Menre'Bola baru,melalui pertama adzanbeberapa tahapan yaitu:pra-pelaksanaan dengan menentukan hari baik (wettu tuo dan wettu malliseq) dengan menggunakan pedoman hari baik/waktu baik, menyiapkan bahan-bahan ritual seperti, kelapa (kaluku), pisang bertandan (putti mattunrung), nangka dan (panasa), tebu, kemudian menyiapkan beppa pitu rupa yang semuanya diletakkan di posi bola. Proses pelaksanaan Tradisi Menre'Bola baru, dimulai dengan berdiri di depan pintu, kemudian menuju ke posi bola dengan membaca doa keselamatan bagi pemilik rumah dan pembacaan kitab al-barazanji. Urgensi tafa‟ul dalam tradisi Tradisi Menre'Bola baru masyarakat bugis setiap ritual tersebut selalu tertuju pada pengaharapan baik dan doa untuk pemilik rumah. Jadi dapat diketahui bahwa pentingnya tafa‟ul dalam tradisi Tradisi Menre'Bola baru yaitu kalimat baik mengaggambarkan kebaikan dan harapan yang tinggi kepada Allah Swt. agar mendapatkan tujuan kehidupan dan penghidupan yang baik seta diberikan rahmat oleh Allah swt.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Makna,Simbolik, tradisi Menre’Bola Baru, Bugis.
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200203 Consumption and Everyday Life
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: kiki saleh
Date Deposited: 22 Dec 2025 00:42
Last Modified: 22 Dec 2025 00:42
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/11936

Actions (login required)

View Item View Item