AGUNG BUDIMAN, MUH. (2025) MAKNA SIMBOLIK TRADISI MENYALIN LONTARA DI SUKU BUGIS DALAM FILM DOKUMENTER ANDI ODDANG TO SESSUNGRIU: KISAH PENYALIN ILMU BERTAHAN DI TENGAH ERA DIGITAL. Masters thesis, IAIN Parepare.
![]() |
Text (Teks Lengkap)
2120203870133011-Muh. Agung Budiman.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (6MB) |
Abstract
Penelitian ini menganalisis makna simbolik tradisi menyalin Lontara di Suku Bugis yang direpresentasikan dalam film dokumenter "Andi Oddang To Sessungriu: Kisah Penyalin Ilmu Bertahan Di Tengah Era Digital"4. Latar belakang penelitian ini didasari oleh semakin berkurangnya individu yang dapat membaca aksara Lontara dan pentingnya mendokumentasikan pengetahuan yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari kearifan lokal di tengah era digital, Film dokumenter ini menjadi menarik untuk dikaji karena memperlihatkan bagaimana dakwah dapat dilakukan melalui pendekatan simbolik dan budaya, tidak selalu verbal atau retoris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dan hermeneutika Paul Ricoeur7. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumenter film, wawancara dengan sutradara dan narasumber utama, serta studi pustaka untuk landasan teoritis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa film ini sarat akan pesan budaya, simbol, dan dakwah yang kaya makna. Representasi simbolik tergambar melalui benda (stempel halaman, alat tulis tradisional, lemari tua berisi naskah usang, pena meneteskan tinta), tindakan (menyalin dengan sabar, cara berpakaian, membuka ruang belajar, peralihan ke digital), dan ruang (ruang sunyi tempat menyalin) Unsur-unsur ini tidak hanya dimaknai secara harfiah, tetapi juga konotatif, merepresentasikan nilai-nilai luhur budaya Bugis dan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, ketekunan, spiritualitas, kesadaran historis, keikhlasan, istiqamah, adab terhadap ilmu, serta pengabdian Film ini berhasil membingkai praktik menyalin Lontara sebagai bentuk perlawanan terhadap pelupaan sejarah dan penguatan identitas kultura Pesan dakwah disampaikan secara halus dan reflektif melalui pendekatan dakwah bil hal (keteladanan dan tindakan nyata Film ini mengajarkan bahwa dakwah bisa hadir melalui kerja sunyi, konsistensi, dan usaha menjaga tradisi, menghidupkan nilai Islam melalui penguatan identitas lokal dengan menjadikan budaya sebagai pintu masuk penyampaian pesan keagamaan.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Makna simbolik, tradisi Lontara, film dokumenter, budaya Bugis, dakwah kultural. |
Subjects: | 19 STUDIES IN CREATIVE ARTS AND WRITING > 1902 Film, Television and Digital Media > 190299 Film, Television and Digital Media not elsewhere classified 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200212 Screen and Media Culture |
Divisions: | Pascasarjana > Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam |
Depositing User: | fatma fatmawati fatma |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 03:51 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 03:51 |
URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/10848 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |