Noviyanti. B, Sri (2022) Islamisasi Di Kerajaan Mallusetasi Pada Abad Ke XVIM -XVIIM. Sarjana thesis, IAIN Parepare.
![]() |
Text (full text)
15.1400.034.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) |
Abstract
Islamisasi berasal dari kata Islam yang dapat diartikan sebagai agama yang diajarkan dan dikembangkan oleh Nabi Muhammad Saw.yang berpedoman pada al-Qur‟an dan al-Hadits. Islam juga bisa diartikan sebagai agama universal yang diwahyukan oleh Allah Swt. melalui Rasulullah Muhammad Saw.untuk dijadikan pegangan hidup bagi seluruh umat manusia agar mereka memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Islamisasi yang dimaksud dalam judul penelitian ini adalah poses masuk dan dianutnya agama Islam pada suatu tempat atau daerah tertentu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Kerajaan Malllusetasipada abad ke 16 M-17M, untuk mengetahui sistem pemerintahan Kerajaan Malllusetasi pada abad ke 16 M-17 M, untuk mengetahui proses islamisasi Kerajaan Mallusetasi pada abad 16 M-17 M. Penelitian ini daalam proses pengambilan datanya melalui proses Library Research ( penelitian pustaka). Teknik library research: teknik ini memerlukan bahan yang bersumber dari perpustakaan. Adapun metode pengumpulan datanya yaitu, heuristik, kritik sumber, interpetasi. Hasil peneitian yang didapatkan yakni Kedatangan Islam di Kerajaan Mallusetasi bukan untuk menghapuskan ajaran-ajaran sebelumnya, akan tetapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya agar manusia selamat dunia dan akhirat dan ajarn Islam bisa terus berkembang. Islam merupakan agama yang bersifat universal yang diturunkan sebagai rahmatan lilalamin (rahmat bagi seluruh makhluk di alam ini). Pada 1603 kedua raja penguasa dwitunggal Kerajaan Gowa dan Tallo masuk Islam. Raja Gowa, Daeng Manrabia, secara resmi masuk Islam dan mengambil gelar Sultan Alauddin, sedangkan Raja Tallo, Karaeng Matoaya, yang merangkap sebagai Mangkubumi Kerajaan Gowa setelah masuk Islam juga mengambil gelar Sultan Adullah. Kedua raja Islam pertama di Kerajaan Makassar ini memperoleh julukan sebagai Awalul Islam. Kedatangan Islam di Kerajaan Mallusetasi bukan untuk menghapuskan ajaran-ajaran sebelumnya, akan tetapi sebagai penyempurna ajaran-ajaran sebelumnya agar manusia selamat dunia dan akhirat dan ajarn Islam bisa terus berkembang. Konsep tersebut, membuat penduduk sekitarnya tertarik masuk Islam khususnya dari golongan bawah, sehingga Islam begitu cepat menyebar dan berkembang. Jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Barru atau datangnya pemerintah Hindia Belanda, di wilayah Mallusetasi terdapat empat kerajaan kecil yang berkuasa yaitu Nepo, Bojo, Bacukiki dan Soreang.
Item Type: | Thesis (Sarjana) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Islamisasi, Kerajaan, Mallusetasi |
Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040307 Islamic History |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam |
Depositing User: | fatma fatmawati fatma |
Date Deposited: | 20 Mar 2025 03:11 |
Last Modified: | 20 Mar 2025 03:11 |
URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/10720 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |