MAHARANI, PUTRI IRWAN (2026) STUDI PERBANDINGAN HUKUMAN KEBIRI KIMIA BAGI PELAKU PEDOFILIA DALAM PANDANGAN HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM NASIONAL. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874231007.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (6MB) |
Abstract
MAHARANI PUTRI IRWAN, Studi Perbandingan Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Pedofilia dalam Pandangan Hukum Pidana Islam dan Hukum Nasional. (dibimbing oleh Bapak Wahidin). Angka kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia terus meningkat, dengan lebih dari 12.000 kasus tercatat pada 2025 (SIMFONI PPA). Sebagai respons, pemerintah menerbitkan UU No. 17 Tahun 2016 dan PP No. 70 Tahun 2020 yang mengatur kebiri kimia sebagai pidana tambahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan kebiri kimia dalam hukum nasional, menelaah konsep pemidanaan pedofilia dalam Hukum Pidana Islam, serta membandingkan kedua sistem hukum tersebut secara substantif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode hukum normatif (library research). Data bersumber dari peraturan perundang-undangan, nash syariat, putusan pengadilan, dan jurnal ilmiah. Analisis dilakukan secara perbandingan hukum substantif dengan kerangka teori Retributif, Utilitarianisme, dan Maqashid Syariah. Pertama, kebiri kimia dalam hukum nasional merupakan pidana tambahan paling lama dua tahun setelah pidana pokok, namun menghadapi hambatan serius: penolakan IDI atas dasar etika kedokteran, perdebatan HAM terkait integritas fisik, dan ketiadaan mekanisme eksekusi yang jelas. Kedua, Hukum Pidana Islam mengkategorikan perbuatan pedofilia sebagai jarimah zina dengan kekerasan yang diancam hukuman hudud atau ta'zir, perspektif maqashid syariah menegaskan sanksi harus berorientasi pada perlindungan korban dan pencegahan kejahatan. Ketiga, kedua sistem hukum memiliki kesamaan tujuan pemidanaan yaitu efek jera, perlindungan anak, dan rehabilitasi, namun berbeda pada sumber legitimasi dan fleksibilitas penerapan. Hukuman kebiri kimia dapat dibenarkan dalam perspektif Islam selama lebih banyak mendatangkan kemaslahatan. Diperlukan penyempurnaan regulasi agar pelaksanaannya lebih efektif, berkeadilan, dan selaras dengan prinsip perlindungan hak asasi manusia.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kebiri Kimia, Pedofilia, Hukum Pidana Islam, Hukum Nasional, Maqashid Syariah, Perbandingan Hukum |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180109 Corporations and Associations Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | Asnita Asnita |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 04:38 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 04:38 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13281 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
