NURMALASARI, NURMALASARI (2026) ANALISIS FIQIH JINAYAH DALAM PENANGANAN KASUS KENAKALAN REMAJA MENGGUNAKAN BUSUR (STUDI KASUS POLRES PAREPARE). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2120203874231005.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Nurmalasari. Analisis Fiqih Jinayah Dalam Penanganan Kasus Kenakalan Remaja Menggunakan Busur (Studi Kasus Polres Parepare). Dibimbing oleh Agus Muchsin. Penelitian ini mengkaji penanganan kasus kenakalan remaja yang menggunakan busur panah di Kota Parepare dalam perspektif fiqih jinayah. Fenomena penggunaan busur panah oleh remaja menjadi permasalahan serius karena berpotensi mengancam keselamatan jiwa dan menimbulkan keresahan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penanganan tindak pidana penggunaan busur oleh Polres Parepare; dan (2) menganalisis penanganan tersebut berdasarkan perspektif fiqih jinayah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparat kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orang tua pelaku, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Parepare menerapkan penanganan kenakalan remaja melalui pendekatan komprehensif dan humanis dengan mekanisme diversi sebagaimana diatur dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penanganan dilakukan dengan melibatkan Dinas Sosial, DP3A, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta orang tua, dengan menitikberatkan pada pembinaan, pencegahan, dan pemulihan sosial. Para remaja dikembalikan kepada orang tua dengan pengawasan ketat disertai surat pernyataan dan dokumentasi komitmen, yang terbukti efektif karena tidak ditemukan pengulangan kasus. Dalam perspektif fiqih jinayah, penggunaan busur panah dikategorikan sebagai jarimah ta’zir karena melanggar prinsip hifẓ al-nafs sebagaimana Q.S. Al-Māidah ayat 32. Penanganan yang dilakukan telah sejalan dengan konsep ta’zir yang menekankan aspek pencegahan dan perbaikan (zawājir wa jawābir), dengan mempertimbangkan status pelaku sebagai remaja yang belum mukallaf secara sempurna. Oleh karena itu, pembinaan akhlak, edukasi moral, dan tanggung jawab sosial lebih diutamakan daripada sanksi punitif. Secara keseluruhan, penanganan kasus ini telah mengintegrasikan hukum positif dan hukum pidana Islam serta selaras dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah dalam menjaga keselamatan jiwa dan kemaslahatan masyarakat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Fiqih Jinayah , Kenakalan Remaja, Busur Panah, Restorative Justice, Hifẓ al-Nafs, Ta’zir, Polres Kota Parepare
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 27 Oct 2026 02:40
Last Modified: 27 Oct 2026 02:40
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13268

Actions (login required)

View Item View Item