ASRIYANTI, ASRIYANTI (2025) TAKYIF AKAD PADA KEMITRAAN PERTANIAN PADI DI KELURAHAN ARAWA KABUPATEN SIDRAP. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2120203860202097.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
Asriyanti, Takyif Akad pada Kemitraan Pertanian Padi Di Kelurahan Arawa Kabupaten Sidrap (Dibimbing oleh Andi Bahri, S) Takyif akad pada kemitraan pertanian padi di Kelurahan Arawa, Kabupaten Sidrap, menjadi penting dikaji karena praktik kerja sama antara pemilik lahan dan penggarap masih berlangsung secara tradisional tanpa dasar akad syariah yang jelas, sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam pembagian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan pertanian padi antara penggarap dan pemilik lahan di Kelurahan Arawa serta menganalis takyif akad pada pola kemitraan pertanian padi di Kelurahan Arawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara dengan 5 pemilik lahan dan 5 penggarap sawah di Kecamatan Arawa, Kabupaten Sidrap. Teknik analisis data menggunakan data reduksi, data penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan pertanian padi antara penggarap dan pemilik lahan di Kelurahan Arawa berlangsung tanpa perjanjian tertulis atau akad formal, melainkan berdasarkan kepercayaan dan kebiasaan lokal, di mana pemilik lahan menyediakan sawah dan penggarap bertanggung jawab atas seluruh proses budidaya hingga panen dengan sistem bagi hasil sesuai nominal kesepakatan pihak yang berakad. Namun dari perspektif hukum Islam, praktik ini belum memenuhi syarat sah akad karena tidak adanya kejelasan nisbah hasil dalam bentuk pencatatan dan tidak dilakukannya ijab qabul secara eksplisit verbal. Dalam kerangka takyif akad, praktik ini seharusnya merujuk pada akad muzara’ah, tetapi pelaksanaannya menunjukkan ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip syariah karena tidak terpenuhinya 2 rukun yaitu sighat dan objek akad dan 2 syarat akad yaitu kecakapan hukum pelaku akad dan objek akad yang tidak tercatat dinilai tidak utuh. Takyif al-fiqh terhadap praktik tersebut mengindikasikan adanya akad yang tidak sempurna akibat minimnya pemahaman fikih muamalah serta lemahnya posisi tawar pemilik lahan sehingga ketidakjelasan akad dan ketiadaan dasar syar’i yang kuat menjadikan praktik ini rentan terhadap unsur gharar dan membuka peluang terjadinya ketidakadilan dalam hubungan kerja sama.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Takyif Akad, Kemitraan, Pertanian Padi |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149903 Heterodox Economics |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Program Studi Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | kiki saleh |
| Date Deposited: | 07 Oct 2026 05:22 |
| Last Modified: | 07 Oct 2026 05:22 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13235 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
