MUTIARA, MUTIARA (2026) TELAAH MAQASHID AL- SYARIAH TERHADAP KEBIJAKAN KHITAN PEREMPUAN : PERBANDINGAN FATWA MUI NO. 9A TAHUN 2008 DAN PERMENKES NO. 6 TAHUN 2014. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2020203874235006.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
Mutiara, Telaah Maqashid AL- Syariah Terhadap Kebijakan Khitan Perempuan : Perbandingan Fatwa MUI No. 9A Tahun 2008 dan PERMENKES No. 6 Tahun 2014 (dibimbing Aris). Penelitian ini mengkaji kebijakan khitan perempuan melalui telaah Maqashid al-Syariah terhadap Fatwa MUI No. 9A Tahun 2008 dan Permenkes No. 6 Tahun 2014. Praktik khitan perempuan di Indonesia masih dilegitimasi secara budaya dan sebagian masyarakat memahaminya sebagai ajaran agama, meskipun perkembangan ilmu kesehatan menunjukkan bahwa tindakan ini tidak memiliki manfaat medis dan berpotensi menimbulkan risiko fisik maupun psikologis. Fatwa MUI menetapkan bahwa khitan perempuan berstatus makrumah sebagai bagian dari syiar Islam dengan batasan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan tidak boleh menimbulkan bahaya. Sebaliknya, Permenkes No. 6 Tahun 2014 mencabut aturan sebelumnya dan menegaskan bahwa sunat perempuan tidak dapat dijadikan bagian dari pelayanan medis karena tidak memiliki dasar ilmiah serta bertentangan dengan prinsip keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber literatur primer dan sumber literatur sekunder tanpa melakukan riset lapangan langsung. dengan pendekatan deskriptif kualitatif, deduktif, induktif, serta analisis komparatif. Data dikumpulkan dari sumber kepustakaan kemudian dianalisis dan diinterpretasikan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang topik yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah melalui Permenkes 2014 lebih sejalan dengan prinsip-prinsip Maqashid al-Syariah khususnya perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), perlindungan keturunan (ḥifẓ al-nasl), perlindungan akal (ḥifẓ al-‘aql), dan penjagaan kehormatan (ḥifẓ al-‘irḍ) karena berorientasi pada pencegahan bahaya dan perlindungan kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan regulasi yang tegas dan tidak ambigu untuk mencegah praktik khitan perempuan yang berbahaya, serta edukasi publik berbasis nilai kesehatan dan prinsip syariah agar masyarakat tidak memahami khitan perempuan sebagai kewajiban agama.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Khitan Perempuan, Maqashid al-Syariah, Fatwa MUI, Permenkes 2014, Kebijakan Publik |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Asnita Asnita |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 02:49 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 02:49 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
