ARIFZAN, R SULILA (2026) PERAN JURUSITA DALAM MENJAMIN HAK ANAK DAN ISTRI PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PAREPARE KELAS IB. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2120203874230042.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Arifzan R Sulila, Peran jurusita dalam menjamin haka nak dan istri pasca perceraian di Pengadilan Agama Parepare Kelas 1B (dibimbing oleh Ibu Hj. Rusdaya Basri) Skripsi ini membahas tentang peran jurusita dalam menjamin hak anak dan istri pasca perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1B, dengan mengangkat 3 rumusan masalah. Fokus penelitian ini Adalah untuk mengetahui bagaimana peran jurusita Pengadilan Agama Parepare dalam pelaksanaan eksekusi putusan hak anak dan istri pasca perceraian. Apa kendala yang di hadapi jurusita dalam pemenuhan hak anak dan istri pasca perceraian. Upaya apa saja yang dilakukan oleh jurusita Pengadilan Agama Parepare untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan eksekusi putusan terkait hak-hak anak dan istri pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Jurusita Pengadilan Agama Parepare memiliki peran penting dalam memastikan terlaksananya putusan pengadilan terkait hak anak dan istri pasca perceraian. Peran tersebut dilakukan melalui penyampaian putusan, pemberian teguran, pendekatan persuasif dan humanis, koordinasi dengan instansi terkait, serta pendokumentasian eksekusi. Dengan peran ini, jurusita menjadi ujung tombak dalam mewujudkan efektivitas putusan pengadilan dan perlindungan hukum bagi anak dan istri pasca perceraian. 2). Jurusita menghadapi berbagai kendala dalam pemenuhan hak anak dan istri pasca perceraian, antara lain tidak adanya itikad baik dari pihak yang dibebani kewajiban, keterbatasan kemampuan ekonomi, sulitnya menemukan keberadaan pihak tergugat, rendahnya pemahaman hukum, serta faktor psikologis dan emosional. Kendala-kendala tersebut menyebabkan pelaksanaan putusan pengadilan sering tidak berjalan optimal meskipun telah berkekuatan hukum tetap. 3). Upaya yang digunakan untuk mengatasi kendala pelaksanaan eksekusi dengan melakukan pemanggilan dan teguran, menerapkan pendekatan persuasif dan humanis, melakukan pendataan kondisi ekonomi pihak tergugat, berkoordinasi dengan instansi terkait, serta mendokumentasikan pelaksanaan eksekusi. Upaya- upaya tersebut bertujuan agar putusan pengadilan dapat dilaksanakan secara efektif dan hak-hak anak serta istri pasca perceraian tetap terlindungi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Jurusita, Hak Anak, Hak Istri, Perceraian, Pengadilan Agama.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 02 Oct 2026 02:41
Last Modified: 02 Oct 2026 02:41
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13105

Actions (login required)

View Item View Item