HAMSIAH, HAMSIAH (2026) DEVALUASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI FAKTOR TERJADINYA KONFLIK KELUARGA DI KECAMATAN WATANG PULU KABUPATEN SIDRAP (ANALISIS HUKUM ISLAM). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2120203874230021.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Hamsiah 2120203874230021 Devaluasi Media Sosial Sebagai Faktor Terjadinya Konflik Keluarga di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap Analisis Hukum Islam (dibimbing oleh Bapak Dr. Agus Muchsin, M.Ag.) Penelitian ini mengkaji tentang Pergeseran nilai media sosial sehingga terjadi konflik keluarga di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap,dengan mengkaji 3 masalah (1) Penggunaan media sosial dalam lingkungan keluarga di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap. (2) Devaluasi (Pergeseran Nilai) Akibat media sosial yang memicu konflik keluarga di Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap. (3) Analisis Hukum Islam terhadap Devaluasi akibat media sosial yang memicu konflik keluarga. Menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Masyarakat Kecamatan Watang Pulu dan Hakim di Pengadilan Agama Sidrap ditambah observasi dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori pergeseran nilai (devaluasi), teori konflik keluarga sosial,teori hukum islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) intensitas penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan berkurangnya komunikasi langsung antaranggota keluarga. Banyak pasangan suami istri maupun orang tua dan anak lebih fokus pada gawai daripada membangun interaksi tatap muka. Kondisi ini menimbulkan salah paham, menurunnya kehangatan emosional, serta meningkatnya jarak psikologis dalam keluarga, yang pada akhirnya memicu konflik rumah tangga. (2) Media sosial membuka peluang terjadinya interaksi dengan lawan jenis tanpa batas yang jelas. Aktivitas seperti chatting pribadi, memberikan komentar, atau menyukai konten tertentu sering disalahpahami pasangan sebagai bentuk perhatian berlebih kepada orang lain. Situasi ini memunculkan kecemburuan, kecurigaan, pertengkaran, hingga perselisihan berkepanjangan yang mengganggu stabilitas hubungan keluarga. (3) Paparan konten media sosial yang menampilkan gaya hidup ideal, kemewahan, atau citra “keluarga sempurna” mendorong terjadinya perbandingan sosial. Sebagian anggota keluarga menjadi tidak puas dengan kondisi rumah tangganya sendiri, menuntut standar kehidupan di luar kemampuan nyata, dan mulai mengabaikan nilai kesederhanaan serta rasa syukur. Pergeseran nilai ini memicu ketegangan, ketidakpuasan, serta konflik internal dalam keluarga di Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Devaluasi Media Sosial, Hukum Islam.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 02 Oct 2026 01:51
Last Modified: 02 Oct 2026 01:51
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13100

Actions (login required)

View Item View Item