MUH., HARIS (2026) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PERKAWINAN DALAM MASA IDDAH (STUDI KASUS DESA BATUPUTE, KECAMATAN SOPPENG RIAJA, KABUPATEN BARRU). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2120203874230009.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
MUH. HARIS, 2120203874230009 Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Perkawinan Dalam Masa Iddah di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru (dibimbing oleh Bapak Aris) Penelitian ini mengkaji praktik perkawinan dalam masa iddah di Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, yang masih terjadi meskipun bertentangan dengan ketentuan hukum Islam. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana praktik perkawinan dalam masa iddah di Desa Batupute, (2) apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya praktik perkawinan dalam masa iddah, dan (3) bagaimana analisis hukum Islam terhadap praktik perkawinan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bentuk praktik yang terjadi, mengidentifikasi faktor penyebab, serta menganalisisnya berdasarkan ketentuan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta data yang dikumpulkan bersumber dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan kontekstual terhadap fenomena yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan dalam masa iddah di Desa Batupute masih terjadi, meskipun hukum Islam dan hukum negara telah melarangnya. Praktik ini umumnya dilakukan secara diam-diam atau di luar wilayah desa karena tidak memperoleh izin dari pihak berwenang; (2) Faktor penyebab terjadinya perkawinan dalam masa iddah meliputi kuatnya pengaruh budaya dan adat yang masih mengedepankan kepentingan sosial daripada ketentuan syariat, kurang maksimalnya peran serta pengawasan dari pihak yang berwenang, serta rendahnya pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum Islam dan hukum positif; dan (3) Berdasarkan analisis hukum Islam, perkawinan yang dilakukan dalam masa iddah tergolong tidak sah (fasid) karena bertentangan dengan ketentuan Al-Qur’an dan hadis. Masa iddah memiliki tujuan menjaga kehormatan perempuan, kejelasan nasab, dan ketertiban hukum keluarga, sehingga pelanggaran terhadapnya merupakan bentuk penyimpangan dari ajaran Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Islam, Perkawinan, Masa Iddah, Desa Batupute. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Asnita Asnita |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 01:41 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 01:41 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13099 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
