Nurbaiti, Nurbaiti (2026) Dinamika Konflik Politik Ali bin Abi Thalib – Muawiyah bin Abi Sufyan Terhadap Perubahan Sistem Pemerintahan Islam Abad VII M. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2220203880230011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika konflik politik antara Ali bin Abi Thalib - Muawiyah bin Abi Sufyan serta dampaknya terhadap perubahan sistem pemerintahan Islam pada abad VII M. Konflik tersebut berakar pada krisis legitimasi kepemimpinan pasca wafatnya Utsman bin Affan yang memunculkan perbedaan pandangan mengenai penyelesaian kasus pembunuhannya, pengakuan terhadap kepemimpinan Ali, serta tuntutan politik yang diajukan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan. Dalam konteks ini, muncul pertanyaan apakah tuntutan Muawiyah untuk menegakkan qisas atas darah Utsman murni didasarkan pada upaya menuntut keadilan, atau juga tidak terlepas dari kepentingan politik untuk memperoleh dan memperkuat legitimasi kekuasaan. Perbedaan kepentingan tersebut berkembang menjadi konflik terbuka yang ditandai dengan Perang Shiffin, dan peristiwa tahkim, yang kemudian menyebabkan fragmentasi politik umat Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis dan politik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode heuristik, yang kemudian diuji melalui kritik sumber, dianalisis dengan interpretasi, dan diakhiri dengan tahapan historiografi. Sumber utama yang digunakan adalah Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karya al-Tabari dan Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu Katsir, serta didukung literatur sekunder yang relevan. Analisis diperdalam dengan menggunakan teori legitimasi kekuasaan Max Weber dan teori konflik Ralf Dahrendorf Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abi Sufyan tidak sekadar dipicu oleh persoalan hukum atas pembunuhan Utsman bin Affan, melainkan oleh benturan konsep legitimasi politik pada masa transisi. Tuntutan qisas Muawiyah merupakan perpaduan antara penegakan keadilan dan kepentingan politik yang berjalan beriringan. Ali mendasarkan legitimasi kekuasaannya pada baiat melalui mekanisme syura, sedangkan Muawiyah mengaitkannya dengan tuntutan qisas. Perbedaan prinsip ini menggagalkan diplomasi hingga memicu Perang Shiffin. Meskipun dihentikan melalui tahkim, konflik tersebut memperdalam perpecahan umat, melemahkan posisi politik Ali, dan menjadi faktor kunci pergeseran sistem pemerintahan Islam dari syura menuju sistem dinasti pada masa Bani Umayyah.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Ali bin Abi Thalib, Dinamika, Muawiyah bin Abi Sufyan, Pemerintahan Islam, Politik.
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2101 Archaeology > 210199 Archaeology not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 29 Sep 2026 06:10
Last Modified: 29 Sep 2026 06:10
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13069

Actions (login required)

View Item View Item