Mirnaini, Mirnaini (2026) Spiritualitas Budaya Bugis dalam Tradisi Ziarah di Makam La Sumampa (Petta Jangko) sebagai Warisan Islamisasi di Kelurahan Attang Salo Kabupaten Soppeng. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2120203880230005.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji spiritualitas budaya Bugis dalam tradisi ziarah di Makam La Sumampa (Petta Jangko) sebagai bagian dari warisan proses Islamisasi di Kelurahan Attang Salo, Kabupaten Soppeng. Tradisi ziarah tidak hanya dipahami sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal Bugis yang terus hidup dan diwariskan. Fokus penelitian diarahkan pada manifestasi spiritualitas budaya Bugis serta bentuk-bentuk praktik ziarah yang berkembang di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Kerangka analisis penelitian bertumpu pada teori spiritualitas Islam, akulturasi budaya, dan warisan budaya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ziarah di Makam merepresentasikan spiritualitas Islam yang terinternalisasi dalam budaya Bugis, terutama melalui praktik doa, ungkapan syukur, dan permohonan kepada Allah Swt. Spiritualitas tersebut berakulturasi dengan nilai-nilai budaya lokal, seperti penghormatan terhadap leluhur dan konsep siri' na pesse. Akulturasi Islam dan budaya Bugis tampak dalam praktik ziarah berupa pembacaan doa seperti mabbaca-baca, pelaksanaan nazar, serta aktivitas sosial seperti makan bersama di area makam, yang berfungsi memperkuat solidaritas sosial dan identitas kultural masyarakat. Tradisi ziarah ini memperlihatkan bahwa spiritualitas Islam dapat hidup dan berkembang melalui kebiasaan lokal tanpa kehilangan makna religiusnya. Tradisi ini juga berimplikasi pada penguatan solidaritas sosial, identitas budaya, serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal seperti siri’ na pesse dan penghormatan kepada leluhur, sehingga ziarah berfungsi sebagai sarana pembinaan spiritual sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Spiritualitas Islam, Tradisi ziarah, Budaya Bugis.
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200299 Cultural Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 29 Sep 2026 05:34
Last Modified: 29 Sep 2026 05:34
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13066

Actions (login required)

View Item View Item