Subhan Basri, Khairul (2026) NETIZENS' INTERACTIONS AND PERCEPTIONS OF YOUTUBE VIDEOS “PESAN PANDJI UNTUK PRESIDEN DAN DINASTI POLITIK JOKOWI”. NETIZENS' INTERACTIONS AND PERCEPTIONS OF YOUTUBE VIDEOS “PESAN PANDJI UNTUK PRESIDEN DAN DINASTI POLITIK JOKOWI”, 7 (1). ISSN E-ISSN: 2746-6949

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
JURNAL KHAIRUL SUBHAN BASRI 2220203870233027.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB)

Abstract

Fenomena komunikasi politik di Indonesia menunjukkan bahwa YouTube tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai arena pembentukan persepsi publik terkait isu-isu kekuasaan, demokrasi, dan tokoh-tokoh politik. Penelitian ini mengkaji narasi politik dan respons netizen terhadap sebuah video YouTube berjudul “Pesan Pandji kepada Presiden dan Dinasti Politik Jokowi,” yang diunggah ke podcast Bocor Alus Politik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana pesan-pesan politik dalam video tersebut diterima, ditafsirkan, dan ditanggapi oleh audiens melalui komentar, balasan, analisis sentimen, toksisitas, emoji, dan pengelompokan semantik. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan Analisis Jaringan Sosial (SNA) yang berlandaskan pada Teori Penerimaan karya Stuart Hall. Data primer diperoleh dari 3.592 komentar YouTube, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur mengenai komunikasi politik digital. Pengumpulan dan analisis data dilakukan menggunakan Communalytic.org, yang didukung oleh VADER, TextBlob, awan kata, awan emoji, grafik semantik, dan analisis toksisitas. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut menghasilkan tingkat keterlibatan digital yang tinggi, terutama selama periode awal pengunggahan, dengan dominasi balasan yang menandakan interaksi aktif di antara netizen. Sentimen komentar sebagian besar netral, diikuti oleh komentar positif yang menunjukkan penerimaan terhadap kritik Pandji, sementara komentar negatif relatif sedikit. Tingkat toksisitas rendah, sehingga menghasilkan diskusi yang reflektif dengan agresi minimal. Pengelompokan semantik menghasilkan 65 kluster utama dan 1.452 outlier, yang menunjukkan beragam interpretasi terhadap isu-isu terkait dinasti politik, Jokowi, Pandji, dan demokrasi. Temuan ini menegaskan bahwa audiens digital aktif dalam mendekodifikasi pesan, menjadikan YouTube sebagai ruang untuk negosiasi makna, ekspresi politik, dan pembentukan opini publik. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan manfaat bagi para peneliti, media, dan pembuat konten dalam memahami dinamika percakapan politik digital yang kritis, partisipatif, dan terkendali, sekaligus berfungsi sebagai acuan untuk strategi komunikasi politik yang efektif di era media sosial.

Item Type: Journal Article
Uncontrolled Keywords: Narasi Politik, Interaksi Netizen, Analisis Sentimen, Analisis Jaringan Sosial, YouTube
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169999 Studies in Human Society not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 28 Sep 2026 07:43
Last Modified: 28 Sep 2026 07:43
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/13042

Actions (login required)

View Item View Item