JEMMY RATULANGI, MAIKEL (2026) TINJAUAN MAQASHID SYARIAH ATAS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (STUDI PUTUSAN NOMOR: 136/Pid.Sus/2022/PN Pin). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874231029.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

MAIKEL JEMMY RATULANGI (2220203874231029). Tinjauan Maqashid Syariah atas Pertimbangan Hakim dalam Memutus Perkara Kekerasan Seksual terhadap Anak (Studi Putusan Nomor: 136/Pid.Sus/2022/PN.Pin) (dibimbing oleh ABD.Karim Faiz). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pidana terhadap tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, mengkaji pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 136/Pid.Sus/2022/PN.Pin, serta menelaah kesesuaian putusan tersebut berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak yang tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik, tetapi juga trauma psikologis dan kerusakan sosial yang mendalam bagi korban. Dalam konteks tersebut, hukum tidak cukup dipahami sebatas instrumen penghukuman, melainkan juga sebagai sarana perlindungan, pemulihan, dan penegakan keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif, pendekatan konseptual, dan pendekatan perundang-undangan. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Putusan Nomor 136/Pid.Sus/2022/PN.Pin, serta literatur hukum Islam dan maqashid syariah. Adapun bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen lain yang relevan dengan penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menilai konstruksi pertimbangan hakim dan relevansinya dengan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum pidana terhadap kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia telah mengalami penguatan normatif melalui perluasan perlindungan korban dan pemberatan sanksi pidana terhadap pelaku. Dalam Putusan Nomor 136/Pid.Sus/2022/PN.Pin, hakim menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp1.000.000.000,00 kepada terdakwa dengan mempertimbangkan aspek yuridis berupa alat bukti, keterangan saksi, serta dampak psikologis yang dialami korban. Dari perspektif maqashid syariah, putusan tersebut pada dasarnya telah mencerminkan upaya perlindungan terhadap jiwa (hifz al-nafs), kehormatan (hifz al-‘irdh), dan keturunan (hifz al-nasl).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Kekerasan Seksual terhadap Anak; Pertimbangan Hakim; Maqashid Syariah; Perlindungan Anak.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 25 Sep 2026 04:04
Last Modified: 25 Sep 2026 04:04
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12954

Actions (login required)

View Item View Item