ISRA, NUR (2026) PERTANGGUNG JAWABAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK PERSPEKTIF FIQIH JINAYAH (Studi Putusan Nomor 515/Pid.Sus/2023/PN Mks). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874231026.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) |
Abstract
Nur Isra (2220203874231026) Penelitian ini membahas “Pertanggungjawaban Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial dalam Putusan Nomor 515/Pid.Sus/2023/PN Mks” serta menganalisisnya dalam perspektif fiqih jinayah. (di bimbing oleh ibu Saidah selaku pembimbing utama). Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku pencemaran nama baik dalam putusan tersebut; (2) bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan; dan (3) bagaimana tinjauan fiqih jinayah terhadap perbuatan dan sanksi yang dijatuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban pidana pelaku, mengkaji dasar pertimbangan hukum hakim, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip perlindungan kehormatan dalam hukum pidana Islam.Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum pidana, kitab-kitab fiqih jinayah, serta dokumen putusan pengadilan yang menjadi objek penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menguraikan dan menafsirkan norma hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdakwa dinyatakan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana karena telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana pencemaran nama baik serta didukung oleh sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah menurut hukum acara pidana; (2) pertimbangan hakim didasarkan pada aspek yuridis berupa pembuktian unsur delik dan kesalahan terdakwa, serta aspek non-yuridis yang mempertimbangkan dampak perbuatan terhadap korban dan ketertiban masyarakat; (3) dalam perspektif fiqih jinayah, pencemaran nama baik merupakan perbuatan yang melanggar kehormatan seseorang (ḥifẓ al-'irḍ) sehingga pelakunya dapat dikenakan uqubah sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum. Oleh karena tidak terdapat ketentuan hukuman yang ditetapkan secara pasti dalam nash, maka perbuatan tersebut termasuk dalam kategori jarimah ta'zir dengan penerapan uqubah ta'zir yang penentuan bentuk dan kadarnya diserahkan kepada hakim atau ulil amri demi menjaga kemaslahatan, mencegah kerusakan, dan melindungi martabat manusia. Oleh karena itu, putusan tersebut secara normatif tidak hanya memenuhi unsur hukum positif, tetapi juga memiliki relevansi dengan nilai-nilai keadilan dalam hukum pidana Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencemaran Nama Baik; Pertanggungjawaban Pidana; Media Sosial; Fiqih Jinayah. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 03:54 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 03:54 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12953 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
