KIKI, AMANDA (2026) PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN RINGAN OLEH MASYARAKAT ADAT TOLOTANG MELALUI TUDANG SIPULUNG. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874231047.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (6MB) |
Abstract
KIKI AMANDA. Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan Ringan oleh Masyarakat Adat Tolotang Melalui Tudang sipulung. (Dibimbing oleh Hj. Saidah,). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran masyarakat adat dalam menjaga ketertiban sosial dan menyelesaikan konflik di tengah masyarakat. Masyarakat adat Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang masih mempertahankan mekanisme penyelesaian sengketa melalui Tudang sipulung sebagai forum musyawarah adat. Dalam kasus tindak pidana penganiayaan ringan, masyarakat adat Tolotang lebih mengedepankan pendekatan perdamaian, pemaafan, dan pemulihan hubungan sosial dibandingkan penyelesaian melalui jalur hukum formal. Praktik tersebut memiliki relevansi dengan prinsip hukum pidana Islam, khususnya konsep Al-Islah yang menekankan perdamaian dan keadilan restoratif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan yuridis empiris. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tokoh adat, masyarakat, dan pihak terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mengenai mekanisme penyelesaian penganiayaan ringan oleh masyarakat adat Tolotang melalui Tudang sipulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat adat Tolotang memiliki peran penting dalam mencegah dan menyelesaikan tindak pidana penganiayaan ringan melalui pembinaan moral, pengawasan sosial, serta penyelesaian konflik melalui musyawarah adat Tudang sipulung. Penyelesaian dilakukan dengan menghadirkan pelaku, korban, tokoh adat, dan keluarga untuk mencapai perdamaian melalui pengakuan kesalahan, pemaafan, dan pemberian ganti rugi. Perspektif hukum pidana Islam memandang mekanisme tersebut sejalan dengan konsep Al-Islah, karena menekankan perdamaian, pemulihan hubungan sosial, serta terciptanya keharmonisan masyarakat tanpa mengabaikan rasa keadilan bagi korban dan pelaku.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hukum Pidana Islam, Tudang sipulung, Masyarakat Adat Tolotang. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 02:46 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 02:46 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12948 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
