HARIANI, HARIANI (2026) URGENSI REHABILITASI TERHADAP PELAKU TEROR BOM MASJID MUJAHIDIN DI PENGADILAN NEGERI MAKASSAR ( ANALISIS HUKUM PIDANA ISLAM ). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874231042.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Hariani. Urgensi Rehabilitasi terhadap Pelaku Teror Bom Masjid Mujahidin di Pengadilan Negeri Makassar (Analisis Hukum Pidana Islam). (Dibimbing oleh Agus Muchsin) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum dan pandangan hakim terhadap tindak pidana teror bom Masjid Mujahidin di Kota Makassar, mengkaji konsepsi dan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana terorisme, serta menganalisis pandangan hukum pidana Islam dan tujuan pemidanaan Islam terkait pelaku teror bom. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya rehabilitasi sebagai bagian dari sistem pemidanaan yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga pada perbaikan perilaku dan pemulihan sosial pelaku tindak pidana terorisme. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Sumber data diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal ilmiah, serta literatur hukum pidana Islam yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan ketentuan hukum positif dan prinsip-prinsip hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana teror bom Masjid Mujahidin merupakan tindak pidana terorisme yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan didasarkan pada pembuktian unsur tindak pidana, tingkat kesalahan pelaku, dampak yang ditimbulkan, serta tujuan pemidanaan untuk memberikan efek jera dan melindungi masyarakat. Rehabilitasi memiliki peran penting dalam penanggulangan terorisme melalui program deradikalisasi, pembinaan keagamaan, terapi psikologis, dan reintegrasi sosial guna mencegah terjadinya residivisme. Dalam perspektif hukum pidana Islam, tindak pidana teror bom dikategorikan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan maqāṣid al-syarī‘ah karena mengancam perlindungan agama, jiwa, dan ketertiban umum. Konsep rehabilitasi sejalan dengan prinsip ta‘zīr, iṣlāḥ, dan taubat yang bertujuan memperbaiki pelaku tanpa mengabaikan aspek keadilan dan kemaslahatan masyarakat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Rehabilitasi, Terorisme, Teror Bom, Hukum Pidana Islam, Maqāṣid al-Syarī‘ah.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 25 Sep 2026 02:21
Last Modified: 25 Sep 2026 02:21
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12945

Actions (login required)

View Item View Item