QALBI RAUF, KHARIYYAHTUL (2026) ANALISIS MAQASHID SYARIAH AKIBAT TINDAK PIDANA PENCEMARAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KOTA PAREPARE. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874231011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

KHARIYYAHTUL QALBI RAUF, Analisis Maqashid Syariah Akibat Tindak Pidana Pencemaran Lingkungan di Wilayah Pesisir Kota Parepare. (Dibimbing oleh Bapak Wahidin). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pencemaran lingkungan di wilayah pesisir Kota Parepare, menganalisis kategorisasinya sebagai tindak pidana lingkungan hidup, mengkaji penegakan hukumnya, serta menganalisisnya dalam perspektif Maqashid Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, sosiologis, dan Maqashid Syariah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran lingkungan di wilayah pesisir Kota Parepare didominasi oleh penumpukan sampah domestik, seperti sampah plastik, styrofoam, limbah rumah tangga, serta sampah kiriman yang terbawa arus laut dan saluran drainase menuju Pantai Anjungan Cempae. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, terganggunya aktivitas masyarakat, menurunnya hasil tangkapan nelayan dan pendapatan pedagang, serta terganggunya ekosistem pesisir. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009, kondisi tersebut memenuhi kategori pencemaran lingkungan hidup. Namun, belum ditemukan bukti yang cukup untuk membuktikan unsur kesengajaan maupun pertanggungjawaban pidana sehingga belum dapat dikategorikan sebagai tindak pidana lingkungan hidup yang dapat dikenai sanksi pidana. Penegakan hukum dilakukan melalui pengawasan, sosialisasi, edukasi, dan kegiatan kebersihan lingkungan, namun belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor hukum, aparat penegak hukum, sarana dan prasarana, kesadaran masyarakat, serta budaya hukum. Dalam perspektif Maqashid Syariah, pencemaran lingkungan bertentangan dengan tujuan syariat karena mengancam perlindungan agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-mal). Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara penegakan hukum, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan nilai-nilai Maqashid Syariah untuk mewujudkan kelestarian lingkungan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Maqashid Syariah, Pencemaran Lingkungan, Tindak Pidana Lingkungan Hidup, Wilayah Pesisir, Penegakan Hukum.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180111 Environmental and Natural Resources Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 25 Sep 2026 02:00
Last Modified: 25 Sep 2026 02:00
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12942

Actions (login required)

View Item View Item