HARIANTO, HARIANTO (2026) ANALISIS HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENJUALAN ORGAN TUBUH PADA TENAGA KERJA INDONESIA PERSPEKTIF JARIMAH. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874231031.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) |
Abstract
Harianto. Analisis Hukuman Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penjualan Organ Tubuh pada Tenaga Kerja Indonesia Perspektif Jarimah (dibimbing oleh Islamul Haq). Penjualan organ tubuh terhadap Tenaga Kerja Indonesia merupakan kejahatan serius yang berkaitan dengan pelanggaran hak hidup, integritas tubuh, martabat manusia, dan tindak pidana perdagangan orang. Tenaga Kerja Indonesia yang dimaksud dalam penelitian ini secara khusus adalah Pekerja Migran Indonesia nonprosedural atau yang sering disebut TKI ilegal, yaitu pekerja migran yang direkrut, diberangkatkan, ditempatkan, atau bekerja di luar negeri tanpa memenuhi prosedur dan dokumen resmi. Kondisi tersebut menyebabkan pekerja berada dalam posisi rentan terhadap penipuan, penyekapan, kerja paksa, kekerasan, serta eksploitasi organ tubuh oleh jaringan kejahatan terorganisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan tindak pidana penjualan organ tubuh pada TKI dalam hukum positif Indonesia, bentuk hukuman yang dapat diterapkan kepada pelaku, dan perspektif jarimah terhadap hukuman pelaku tindak pidana tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan kepustakaan atau library research. Bahan hukum primer yang digunakan meliputi Al-Qur’an, hadis, peraturan perundang-undangan mengenai kesehatan, pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, pelindungan pekerja migran Indonesia, serta ketentuan hukum pidana. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian, dan pendapat para ahli, sedangkan bahan hukum tersier berupa kamus hukum dan ensiklopedia. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan menelaah dasar hukum, bentuk keterlibatan pelaku, pertanggungjawaban pidana, jenis sanksi, dan kesesuaiannya dengan prinsip hukum pidana Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan organ tubuh terhadap TKI nonprosedural dapat dikenakan ketentuan hukum kesehatan, tindak pidana perdagangan orang, pelindungan pekerja migran, dan hukum pidana umum. Pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan kepada perekrut ilegal, perantara, agen penempatan, pemalsu dokumen, penampung, tenaga medis ilegal, pemodal, serta pihak yang mengambil keuntungan dari penjualan organ tubuh. Sanksinya dapat berupa pidana penjara, denda, perampasan keuntungan hasil kejahatan, pencabutan izin, dan kewajiban pemulihan korban. Dalam perspektif jarimah, perbuatan tersebut bertentangan dengan prinsip hifz al-nafs dan penghormatan terhadap martabat manusia. Apabila menimbulkan kematian atau kerusakan anggota tubuh, pelaku dapat dikenai qishash atau diyat, sedangkan pelaku yang membantu, memfasilitasi, atau memperoleh keuntungan dapat dikenai hukuman ta’zir sesuai tingkat kesalahan dan akibat yang ditimbulkan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penjualan Organ Tubuh, TKI Ilegal, Pekerja Migran Nonprosedural, Jarimah, Hukum |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180199 Law not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 25 Sep 2026 01:58 |
| Last Modified: | 25 Sep 2026 01:58 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12941 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
