ANDI, MUHAMMAD GIMNASTIAR (2026) TINJAUAN HUKUM KELUARGA ISLAM TERHADAP TRADISI LARANGAN KELUAR RUMAH RAPO-RAPOANG BAGI CALON PENGANTIN DALAM ADAT PERKAWINAN BUGIS DI KECAMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDRAP. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874230038.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

ANDI MUHAMMAD GIMNASTIAR. Tinjauan Hukum Keluarga Islam terhadap Tradisi Larangan Keluar Rumah bagi Calon Pengantin dalam Adat Perkawinan Bugis di Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang. (Dibimbing oleh Bapak Budiman) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) nilai-nilai sosial, budaya, dan religius yang terkandung dalam tradisi larangan keluar rumah bagi calon pengantin, (2) relevansi tradisi tersebut di tengah perkembangan zaman, dan (3) pandangan Hukum Keluarga Islam terhadap tradisi larangan keluar rumah berdasarkan teori ‘urf dan maqasid al-syariah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pelaku tradisi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi rapo-rapoang mengandung nilai sosial berupa pengendalian diri, penjagaan kehormatan keluarga, dan penguatan hubungan kekeluargaan: nilai budaya berupa pelestarian adat istiadat Bugis dan nilai siri’ na pace: serta nilai religius berupa anjuran menjaga diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan diri sebelum menikah. (2) Tradisi rapo-rapoang masih relevan di tengah perkembangan zaman karena dipandang memiliki manfaat dalam membentuk kesiapan fisik, mental, dan moral calon pengantin, meskipun pelaksanaannya mengalami penyesuaian dengan kondisi masyarakat modern. (3) Berdasarkan analisis Hukum Keluarga Islam, tradisi rapo-rapoang dapat dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena mengandung kemaslahatan dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Ditinjau dari maqasid al-syariah, tradisi ini sejalan dengan tujuan menjaga jiwa (hifz al-nafs), menjaga akal (hifz al-‘aql), dan menjaga kehormatan atau keturunan (hifz al-nasl), selama tidak disertai keyakinan bahwa pelanggarannya secara mutlak akan mendatangkan musibah atau bala yang bertentangan dengan akidah Islam.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Rapo-rapoang, Hukum Keluarga Islam, ‘Urf, Maqasid al-syariah.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 08:11
Last Modified: 24 Sep 2026 08:11
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12934

Actions (login required)

View Item View Item