NURHALIZA, NURHALIZA (2026) ANALISIS JARIMAH TA’ZIR TERHADAP TINDAK PIDANA PERTAMBANGAN NIKEL ILEGAL DALAM PUTUSAN NOMOR 296/PID.SUS/2021 PN KDI. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874231001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

Nurhaliza“Analisis Jarimah ta’zir terhadap Tindak Pidana Pertambangan Nikel Ilegal dalam Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2021/PN Kdi” (Dibimbing oleh Andi Marlina). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan sanksi pidana terhadap pelaku pertambangan nikel ilegal menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, mengkaji dasar pertimbangan hakim dalam Putusan Pengadilan Negeri Kendari Nomor 296/Pid.Sus/2021/PN Kdi, serta menganalisis penerapan konsep jarimah ta’zir terhadap tindak pidana pertambangan nikel ilegal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kegiatan pertambangan tanpa izin yang menimbulkan kerugian negara, kerusakan lingkungan, serta bertentangan dengan tujuan syariat Islam yang menghendaki terpeliharanya kemaslahatan umum. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, buku, jurnal ilmiah, dan literatur hukum pidana Islam yang berkaitan dengan objek penelitian. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengaturan tindak pidana pertambangan nikel ilegal dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 menempatkan sistem perizinan sebagai syarat utama legalitas kegiatan pertambangan, sehingga setiap kegiatan penambangan tanpa Perizinan Berusaha dipidana berdasarkan Pasal 158 jo. Pasal 35 UU Minerba sebagai bentuk perlindungan terhadap pengelolaan sumber daya mineral dan kepentingan negara. (2) Putusan Nomor 296/Pid.Sus/2021/PN Kdi didasarkan pada pembuktian seluruh unsur tindak pidana melalui keterangan saksi, keterangan terdakwa, surat, dan barang bukti sehingga Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan pertambangan tanpa izin serta menjatuhkan pidana penjara selama 7 (tujuh) bulan dan pidana denda sebesar Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (3) Pertambangan nikel ilegal dikualifikasikan sebagai jarimah ta'zir karena tidak terdapat ketentuan khusus mengenai jenis maupun kadar hukumannya dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Perbuatan tersebut menimbulkan kerusakan lingkungan, merugikan negara, serta mengganggu kemaslahatan umum sehingga penjatuhan sanksi oleh hakim sejalan dengan tujuan ta'zir.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Jarimah ta’zir, Pertambangan Nikel Ilegal, Putusan Pengadilan, Hukum Pidana Islam, UU Minerba.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Pidana Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 08:14
Last Modified: 24 Sep 2026 08:14
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12933

Actions (login required)

View Item View Item