KHAERU, NISAH. J (2026) KONSTRUKSI HUKUM EKONOMI ISLAM DALAM AKAD BAI’ AL-MA’DUM TERHADAP PRAKTIK MA’BALU BANDIKE DI KABUPATEN BARRU. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874234022.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

KHAERU NISAH. J, Konstruksi Hukum Ekonomi Islam dalam Akad Bai’ al-ma’dum terhadap Praktik Ma’balu Bandike di Kabupaten Barru (Dibimbing Oleh Bapak ABD. Karim Faiz.) Penelitian ini mengkaji tentang praktik ma’balu bandike di Padang Pobbo Kabupaten Barru menggunakan akad bai’ al-ma’dum dalam perspektif hukum ekonomi Islam. Dengan berfokus pada 3 masalah yaitu: 1) Bagaimana praktik ma’balu bandike dengan menggunakan akad bai’ al-ma’dum di Padang Kecamatan Mallustasi Pobbo Kabupaten Barru. 2) Bagaimana akad bai’ al-ma’dum perspektif ulama klasik dan kontemporer. 3) Bagaimana konstruksi hukum ekonomi Islam akad bai’ al-ma’dum dalam praktik ma’balu bandike di Padang Pobbo Kab. Barru. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau kualitatif deskriptif, data penelitian ini diperoleh dari data primer yaitu wawancara kepada petani 2 orang serta pembeli (pedagang) 2 orang dan data sekunder meliputi buku, jurnal, serta data-data yang relevan, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan pada tanggal 25 Maret 2026 sampai 29 Maret 2026 di Padang Pobbo, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Metode yang digunakan, pendekatan normatif dan sosiologi Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ma'balu bandike dilakukan melalui kesepakatan lisan antara petani dan pedagang sebelum panen dengan sistem pembayaran uang muka dan pelunasan setelah panen. praktik ma'balu bandike menggunakan akad bai’ al ma’dum memberikan manfaat bagi petani berupa ketersediaan modal untuk biaya perawatan tanaman, sedangkan bagi pedagang memberikan kepastian pasokan semangka sebelum masa panen. Dalam perspektif ulama klasik, pandangan imam Syafi’i, akad bai' al-ma'dum dilarang karena mengandung unsur gharar akibat objek jual beli belum dapat di pastikan atau belum jelas pada saat akad. Sementara itu, ulama kontemporer, pandangan Yusuf Qardawi membolehkan transaksi tersebut dengan mempertimbangkan kemaslahatan, kebutuhan masyarakat, dan kebiasaan ('urf) yang berlaku selama tidak mengandung unsur penipuan dan ketidakadilan. Berdasarkan konstruksi hukum ekonomi Islam, praktik ma'balu bandike dengan akad bai’ al-ma’dum di Padang Pobbo dikategorikan sebagai muamalah yang dibolehkan karena mengandung kemaslahatan, dilakukan atas dasar kerelaan para pihak, telah menjadi 'urf yang berlaku di masyarakat, dan sejalan dengan prinsip maqaṣid al-syariah. Hal ini sesuai dengan pandangan Yusuf Qaradawi yang menyatakan bahwa 'urf ṣaḥīḥ (kebiasaan yang tidak bertentangan dengan syariat) dapat dijadikan dasar dalam penetapan hukum.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Akad, Bai’ al-ma’dum, Konstruksi hukum ekonomi Islam, Ma’balu bandike, Urf
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 03:40
Last Modified: 24 Sep 2026 03:40
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12917

Actions (login required)

View Item View Item