LUKMAN, DIVA (2026) REKONSTRUKSI STIGMA HIFDZU NASL DALAM PERNIKAHAN: ANALISIS SAKINAH TERHADAP KESETIAAN PASANGAN TANPA KETURUNAN DI PAREPERE. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874230049.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

Diva Lukman. Rekonstruksi stigma hifdzu nasl dalam pernikahan: analisis sakinah terhadap kesetiaan pasangangan tanpa keturunan di pare pare (di bimbing oleh Hj. Sunuwati) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana bentuk stigma masyarakat terhadap pasangan tanpa keturunan dalam konteks hifdzu nasl di Kota Parepare; 2) bagaimana realitas kesetiaan pasangan tanpa keturunan dalam perspektif keluarga sakinah; dan 3) bagaimana rekonstruksi pemahaman hifdzu nasl dalam pernikahan berdasarkan realitas pasangan tanpa keturunan di Kota Parepare. Penelitian ini mengambil data di Kota Parepare. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah pasangan suami istri yang telah berikhtiar melalui berbagai upaya, baik secara medis maupun nonmedis, untuk memperoleh keturunan, namun hingga penelitian dilakukan belum atau tidak dikaruniai anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data yang diperoleh dianalisis untuk menggambarkan fenomena sosial yang berkaitan dengan stigma hifdzu nasl dan kehidupan pasangan tanpa keturunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) stigma masyarakat terhadap pasangan tanpa keturunan masih dipengaruhi oleh pemahaman bahwa keturunan merupakan tujuan utama pernikahan dan indikator keberhasilan rumah tangga. Akibatnya, pasangan tanpa keturunan sering menerima pertanyaan, penilaian, maupun anggapan negatif dari lingkungan sekitar. Namun demikian, sebagian masyarakat telah memiliki pemahaman yang lebih terbuka dengan menganggap kondisi tersebut sebagai ketentuan Allah Swt. yang berada di luar kendali manusia; 2) pasangan tanpa keturunan tetap mampu mewujudkan keluarga yang harmonis dan penuh kesetiaan melalui rasa saling percaya, saling menghargai, komunikasi yang baik, serta kerja sama dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Kehadiran anak bukan satu-satunya faktor yang menentukan terwujudnya keluarga sakinah, melainkan kemampuan pasangan dalam menjaga komitmen, kasih sayang, dan ketenteraman dalam pernikahan Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keluarga sakinah dapat diwujudkan meskipun pasangan belum dikaruniai keturunan, selama hubungan suami istri dibangun atas dasar tanggung jawab, kesabaran, dan saling mendukung dalam menghadapi ujian kehidupan.; 3) pemahaman hifdzu nasl dalam masyarakat perlu direkonstruksi karena selama ini cenderung dipahami secara sempit sebagai upaya menjaga keturunan melalui aspek biologis semata. Padahal, hifdzu nasl juga mencakup pemeliharaan nilai-nilai kehidupan, tanggung jawab, kehormatan, dan keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, pasangan tanpa keturunan tetap dapat dipandang sebagai keluarga yang berhasil mewujudkan tujuan pernikahan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dan nilai-nilai keluarga sakinah.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Rekonstruksi Stigma, Hifdzu Nasl, Pernikahan, Keluarga Sakinah, Kesetiaan Pasangan, Tanpa Keturunan.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012822 Muasyarah bil Ma'ruf (Mutual Rights and Responsibilities of Spouses)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:39
Last Modified: 24 Sep 2026 02:39
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12910

Actions (login required)

View Item View Item