FITRAH RAMADHAN, MUHAMMAD (2026) ANALISIS PUTUSAN CERAI AKIBAT PERNIKAHAN TIDAK TERCATAT TERHADAP PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN : STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PAREPARE. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874230044.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB)

Abstract

MUHAMMAD FITRAH RAMADHAN, Analisis Putusan Cerai Akibat Pernikahan Tidak Tercatat Terhadap Perlindungan Hak Perempuan : Studi Kasus Pengadilan Agama Parepare. (Dibimbing oleh Sunuwati) Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena dimana persentase angka terhadap terpenuhinya hak nafkah pasca cerai masih dalam kategori rendah dikarenakan berbagai faktor salah satunya karena adanya ikatan baru dalam sebuah pernikahan dalam proses perceraian jadi penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Putusan Cerai Akibat Pernikahan Tidak Tercatat Terhadap Hak Perlindungan Perempuan, serta mengetahui bentuk perlindungan hukum, kendala dan hambatan dalam pemenuhan hak mantan istri setelah terjadinya suatu perceraian di Pengadilan Agama Parepare. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, penelitian lapangan, dan wawancara. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Teknik pengolahan data yakni, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara perceraian akibat pernikahan tidak tercatat didasarkan pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan, alat bukti yang sah, ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, serta prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan; (2) perlindungan hukum terhadap perempuan diwujudkan melalui pemberian hak-hak pasca perceraian berupa nafkah iddah, mut’ah, dan hak-hak lainnya sesuai dengan kondisi para pihak sebagaimana ditetapkan dalam amar putusan; dan (3) pemenuhan hak-hak perempuan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kemampuan ekonomi mantan suami, rendahnya kesadaran hukum dan itikad baik dalam melaksanakan putusan, keterbatasan pelaksanaan putusan Pengadilan , serta rendahnya pemahaman hukum perempuan mengenai mekanisme memperjuangkan hak-haknya. Berdasarkan Teori Efektivitas Hukum, kendala tersebut menunjukkan bahwa efektivitas perlindungan hukum belum sepenuhnya tercapai karena dipengaruhi oleh faktor substansi hukum, aparat penegak hukum, masyarakat, sarana, dan budaya hukum. Sementara itu, berdasarkan perspektif Maqāṣid al-Syarī’ah, perlindungan terhadap hak-hak perempuan pasca perceraian merupakan perwujudan tujuan syariat dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan harta (ḥifẓ al-māl).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Putusan Perceraian, Pernikahan Tidak Tercatat, Perlindungan Perempuan, Pengadilan Agama, Efektivitas Hukum, Maqāṣid al-Syarī’ah.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012819 Nikah Sirri
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 02:06
Last Modified: 24 Sep 2026 02:06
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12906

Actions (login required)

View Item View Item