NADHIR S. YUSUF, MUH (2026) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI LARANGAN NIKAH SAAT ULENG CIPI PADA MASYARAKAT LISE KECAMATAN PANCA LAUTANG KABUPATEN SIDRAP. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.

[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
2220203874230043.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

M. Nadhir S. Yusuf Analisis Hukum Islam Terhadap Tradisi Larangan Nikah Saat Uleng Cipi Pada Masyarakat Lise Kecamatan Panca Lautang Kabupaten Sidrap (dibimbing oleh Ibu. Rusdaya Basri). Penelitian ini mengkaji tentang tradisi larangan pernikahan pada waktu uleng cipi (bulan jepit/terjepit) yang masih diyakini oleh masyarakat Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal utama: (1) pandangan masyarakat Desa Lise terhadap kepercayaan uleng cipi sebagai waktu pelaksanaan pernikahan, (2) makna sosiologis dari tradisi larangan tersebut, dan (3) analisis hukum keluarga Islam terhadap eksistensi tradisi tersebut menggunakan perspektif teori ‘Urf dan Tathayyur. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan sosiologis-yuridis dan normatif Islam. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara mendalam bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pelaku adat di Desa Lise, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat Desa Lise secara umum masih memegang teguh kepercayaan bahwa melaksanakan pernikahan pada waktu uleng cipi dapat mendatangkan kesialan, malapetaka, atau ketidakharmonisan dalam rumah tangga. (2) Secara sosiologis, tradisi ini berfungsi sebagai alat pengendalian sosial-ekonomi informal. Karena uleng cipi bertepatan dengan masa tanam padi (fase paceklik), penundaan nikah menjadi strategi adaptasi ekonomi yang rasional agar keluarga terhindar dari jeratan utang akibat besarnya biaya (dui menre), sekaligus memberikan jeda waktu sosial (social timing) bagi warga untuk mengumpulkan dana demi menjaga gotong royong (botting roa). (3) Analisis hukum keluarga Islam menunjukkan adanya dialektika antara hukum normatif dan kearifan lokal. Berdasarkan teori Tathayyur, tradisi ini menyimpang jika didasari ketakutan mutlak pada kesialan metafisik. Namun berdasarkan teori 'Urf, tradisi ini tidak serta merta dianggap 'Urf Fasid. Jika motifnya direkonstruksi dari aspek sosiologis ekonomis untuk menjaga stabilitas finansial di masa sulit, maka larangan praktis ini dapat dikategorikan sebagai bentuk kemaslahatan (al-maslahah al-mursalah) demi mewujudkan kemudahan dan ketenangan dalam rumah tangga yang akan di arung pasangan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Hukum Islam, Pernikahan, Uleng Cipi, 'Urf, Tathayyur.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: evi muhartini tahir
Date Deposited: 24 Sep 2026 01:54
Last Modified: 24 Sep 2026 01:54
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12904

Actions (login required)

View Item View Item