SABADRI, SULFIA (2026) PERUBAHAN ADAT DALAM TRADISI MAPPETTUADA DI KABUPATEN BARRU (PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH). Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874230006.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (6MB) |
Abstract
Sulfia Sabadri. Perubahan Adat dalam Tradisi Mappettuada di Kabupaten Barru (Perspektif Maqashid Syariah) dibimbing oleh (Sunuwati). Penelitian ini mengkaji tentang perubahan adat dalam tradisi mappettuada di Kabupaten Barru serta analisisnya dalam perspektif maqashid syariah. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: pertama, bagaimana bentuk perubahan adat yang terjadi dalam tradisi mappettuada di Kabupaten Barru?. Kedua, bagaimana pandangan masyarakat Kabupaten Barru terhadap perubahan adat dalam tradisi mappettuada?. Ketiga, bagaimana perspektif Maqashid syariah terhadap perubahan adat dalam tradisi mappettuada di Kabupaten Barru? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Menggunakan teori Perubahan sosial dan perubahan hukum, ’urf, serta maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perubahan yang terjadi dalam tradisi mappettuada di Kabupaten Barru yaitu, pelaksanaan acara yang semakin mewah, kehadiran kedua calon mempelai, pemberian atau pertukaran cincin, penggunaan MC, foto prewedding, serta penggabungan mappettuada dan mappendre dui’. (2) pandangan masyarakat Kabupaten Barru terbagi ke dalam dua bentuk. Sebagian perubahan diterima karena dianggap memberi kemudahan, dan manfaat, seperti kehadiran calon mempelai, penggunaan MC, dan penggabungan mappettuada dan mappendre dui’. Perubahan ini dikategorikan sebagai ’urf shahih. Sebagaian perubahan lainnya perlu dibatasi karena berpotensi menimbulkan pemborosan dan melanggar etika interaksi, seperti kemewahan acara, pertukaran cincin, dan foto prewedding. Perubahan ini jika tidak dibatasi dapat dikategorikan sebagai ’urf fasid. (3) dari perspektif maqashid syariah, perubahan adat dalam tradisi mappettuada pada dasarnya dapat diterima selama mengandung kemaslahatan dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat yang mencakup perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perubahan Adat, Mappettuada, Maqashid Syariah |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:09 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:10 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12894 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
