AINUN, NUR (2026) ANALISIS MAQASHID SYARIAH TERHADAP TRADISI RITUAL MAPPANO DALAM PELAKSANAAN AQIQAH PADA MASYARAKAT KECAMATAN MATTIROBULU KABUPATEN PINRANG. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
19.2100.002.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) |
Abstract
Nur Ainun . Analisis Maqashid Syariah Terhadap Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang. (dibimbing oleh Budiman dan H.Suarning ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Maqashid Syariah Terhadap Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana Latar Belakang Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang ?. 2) Bagaimana pandangan masyarakat terhadap Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang ?. 3) Bagaimana Analisis Maqashid syariah terhadap Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang ?. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari dua yaitu data primer dan data sekunder yang diperoleh dari beberapa buku-buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan adat istiadat Masyarakat Bugis Mattirobulu. Teknik pengumpulan data terdiri dari kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi yang terkait dengan permasalahan. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa 1) Kedudukan Tradisi Ritual Mappano dalam Pelaksanaan Aqiqah pada Masyarakat Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang menunjukkan bahwa tradisi ritual Mappano merupakan tradisi yang diturunkan turun temurun dari nenek moyangnya yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang bayi dan bentuk permohonan agar sang bayi terjaga keselamatannya. Tradisi ini mulai dilakukan karena dulu pada zaman nnenek moyang mereka ada yang namanya penjaga di dalam air 2) pandangan masyarakat terhadap tradisi ini bahwa tradisi ini memang benar adanya dimana masyarakat di Kecamatan Mattirobulu patuh dan menghormati tradisi yang dibawa oleh para leluhurnya,dimana tradisi ini juga tidak bisa mereka tinggalkan untuk melestarikan tradisi dan budaya dari nenek moyangnya, akan tetapi sebagian masyarakat telah mengerti apa- apa saja yang sejalan dengan ajaran Allah s.w.t. sehingga mereka mengubah niat mereka sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah s.w.t., akan tetapi seiring berjalannya waktu tradisi ini berangsur-angsur mulai menghilang. 3) Pandangan Maqashid Syariah terhadap Tradisi Ritual Mappano Jika elemen-elemen budaya seperti Mappano dijaga dengan niat yang baik dan tidak berlebihan, maka dapat dianggap sebagai bagian dari tradisi yang mendukung maqashid syariah. Sebagaimana sebagian masyarakat telah menjalankan tradisi itu sudah sejalan dengan m,aqashid syariah dan sebagian lagi bertentangan dengan maqashid syariah.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ritual,Mappano,Aqiqah,Persepsi Masyarakat |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:59 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:59 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
