MAULANA, MAULANA (2026) DAMPAK EKONOMI PENCEMARAN LINGKUNGAN LOWITA: RESPONSIF DI PANTAI LOWITA KECAMATAN SUPPA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874234047.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
Maulana, Dampak Ekonomi Pencemaran Lingkungan Lowita: Responsif di Pantai Lowita Kecamatan Suppa dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Dibimbing oleh bapak Zainal Said). Penelitian ini membahas persoalan dampak ekonomi pencemaran lingkungan di Pantai Lowita, Kecamatan Suppa, sebagai salah satu kawasan pesisir yang mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume sampah, limbah domestik, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya dikelola secara bertanggung jawab. Kondisi tersebut tidak hanya merusak ekosistem pesisir, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Dalam konteks tersebut, penelitian ini mencoba melihat bagaimana pencemaran terjadi, apa saja dampaknya bagi masyarakat pesisir, serta bagaimana hukum ekonomi syariah memandang persoalan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi di lokasi penelitian, wawancara dengan masyarakat dan pihak terkait, serta kajian dokumen dan regulasi yang berhubungan dengan perlindungan lingkungan. Informasi yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi lapangan serta menilai kesesuaian praktik pengelolaan lingkungan dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencemaran di Pantai Lowita terutama disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat, minimnya fasilitas pengelolaan sampah, lemahnya pengawasan pemerintah, dan meningkatnya aktivitas ekonomi pesisir, yang berdampak pada kerusakan ekosistem, turunnya hasil tangkapan nelayan, berkurangnya kenyamanan wisatawan, serta meningkatnya risiko kesehatan masyarakat. Dalam perspektif hukum ekonomi syariah, tindakan yang merusak lingkungan bertentangan dengan prinsip amanah, maslahah, keadilan, dan larangan menimbulkan mudarat. Syariah menekankan bahwa manusia sebagai khalifah wajib menjaga kelestarian alam dan menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan kehidupan bersama. Sehingga, pelaku pencemaran berkewajiban memulihkan kerusakan dan bertanggung jawab atas dampaknya. Karena itu, penanganan pencemaran membutuhkan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha dengan pendekatan berbasis nilai syariah, melalui edukasi, penyediaan fasilitas kebersihan, penegakan hukum, serta penguatan lembaga masyarakat guna mewujudkan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencemaran Lingkungan, Pantai Lowita dan Hukum Ekonomi Syariah. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180111 Environmental and Natural Resources Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 03:38 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 03:38 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12883 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
