SALSABILA, PUTRI (2026) ANALISIS KESESUAIAN BATAS MINIMAL GAJI ASN TERHADAP NISAB ZAKAT PENGHASILAN DI KABUPATEN PINRANG. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874234034.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
Putri Salsabila. Analisis Kesesuaian Batas Minimal Gaji ASN terhadap Nisab Zakat Penghasilan di Kabupaten Pinrang. (Dibimbing oleh Bapak Aris). Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Kesesuaian Batas Minimal Gaji ASN terhadap Nisab Zakat Penghasilan di Kabupaten Pinrang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penentuan perhitungan nisab zakat penghasilan di Kabupaten Pinrang dan bagaimana implementasi nisab zakat penghasilan pada gaji ASN di Kabupaten Pinrang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik pemotongan zakat penghasilan sebesar 2,5% terhadap ASN melalui kerja sama antara BAZNAS Kabupaten Pinrang dan beberapa instansi pemerintah, sementara tidak seluruh ASN memiliki penghasilan yang mencapai nisab yang menjadi syarat wajib zakat menurut ketentuan syariat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan Ketua BAZNAS, Kepala Rutan dan ASN Rutan, serta didukung oleh dokumentasi dan studi kepustakaan. Data dianalisis dengan mengaitkan kesesuaian batas minimal gaji ASN terhadap Nisab Zakat Penghasilan dengan teori qias dan maqasid syariah seperti Hifzh al-mal (menjaga harta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan nisab zakat penghasilan di Kabupaten Pinrang pada dasarnya mengacu pada nisab 85 gram emas. Namun, dalam implementasinya BAZNAS Kabupaten Pinrang lebih sering menggunakan qiyas kepada zakat pertanian sebesar 653 kg gabah dengan pertimbangan memudahkan ASN dalam menunaikan zakat penghasilan. Implementasi zakat penghasilan pada ASN dilakukan melalui kerja sama antara BAZNAS dan instansi pemerintah, salah satunya Rutan Kabupaten Pinrang. Berdasarkan dokumen kerja sama ditemukan bahwa batas minimal penghasilan yang dijadikan acuan adalah Rp5.240.000. Dari 53 ASN di Rutan Kabupaten Pinrang, hanya 2 ASN yang memenuhi batas nisab tersebut, sedangkan 51 ASN lainnya belum memenuhi nisab. Meskipun demikian, seluruh ASN tetap dikenakan pemotongan sebesar 2,5%, dan bagi ASN yang belum mencapai nisab, dana yang dipotong dikategorikan sebagai infak dan sedekah. Berdasarkan teori qiyas, penentuan nisab zakat penghasilan yang dianalogikan kepada zakat pertanian dapat dipahami sebagai bentuk ijtihad dalam menjawab persoalan zakat kontemporer, namun dalam teori qiyas kewajiban zakat penghasilan hanya berlaku bagi ASN yang telah memenuhi nisab sehingga implementasi pemotongan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan zakat penghasilan dalam hukum Islam. Sementara itu, berdasarkan teori maqasid syariah, kebijakan tersebut bertujuan mewujudkan kemaslahatan sosial melalui peningkatan partisipasi ASN dalam penghimpunan dana keagamaan, namun pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan prinsip keadilan dan syarat wajib zakat agar selaras dengan tujuan syariat Islam. Jadi Analisis kesesuaian batas minimal gaji ASN di Kabupaten Pinrang belum sepenuhnya sesuai dari ketentuan zakat karena besaran minimal potongan 2,5% hanya untuk ASN yang memenuhi nisab, Sedangkan ASN yang di golongkan sebagai infak dan sedekah tidak boleh dikenakan pemotongan 2,5%.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Zakat Penghasilan, Nisab, ASN, Qiyas, Maqasid Syariah. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012728 Jizya, Kharaj, 'Ushr, Pajak (Tax) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 02:49 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 02:49 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12879 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
