FAIZAL, MUHAMMAD (2026) ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TENTANG HAK-HAK KONSUMEN DALAM PEMBELIAN DURIAN DI DESA BATETANGNGA. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
19.2200.045.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (4MB) |
Abstract
MUHAMMAD FAIZAL Analisis Hukum Ekonomi Syariah Tentang Hak-Hak Konsumen Dalam Pembelian Durian Di Desa Batetangnga (dibimbing oleh M. Ali Rusdi.) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi ekonomi perdagangan durian di Desa Batetangnga, yang dalam praktiknya sering kali diiringi oleh transaksi informal yang rentan merugikan hak-hak konsumen, seperti ketidakpastian kualitas fisik buah, pemalsuan identitas produk, dan persoalan ketiadaan garansi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik jual beli durian di Desa Batetangnga, menganalisis prinsip-prinsip Hukum Ekonomi Syariah dalam melindungi hak-hak konsumen, serta menilai tingkat penerapan prinsip-prinsip tersebut secara faktual di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum normatif-empiris yang bersifat deskriptif-analitis. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam (in-depth interview) dengan para pedagang serta konsumen, yang didukung oleh data sekunder dari literatur fiqh muamalah, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, praktik jual beli di Desa Batetangnga telah secara aktif memenuhi hak-hak dasar konsumen, dibuktikan dengan transparansi display produk (penghapusan sistem ikat atau dikaru) dan efektivitas jaminan purnajual tanpa perdebatan. Kedua, secara teoretis, Hukum Ekonomi Syariah memberikan kerangka perlindungan konsumen yang komprehensif melalui pilar As-Sidq (kejujuran), Al-'Adalah (keadilan proporsional), larangan Gharar (ketidakpastian), Al-Khiyar (hak memilih), dan Al-Amanah (tanggung jawab). Ketiga, pada tataran implementasi, prinsip-prinsip syariah tersebut telah terinternalisasi dan mengikat sebagai hukum kebiasaan ('Urf). Ketidakpastian alamiah pada komoditas durian (Gharar Yasir) berhasil dimitigasi secara efektif melalui instrumen Khiyar 'Aib dan Khiyar Syarat dalam bentuk garansi penukaran buah. Penyelesaian keluhan dilakukan melalui mekanisme sulh yang menyeimbangkan porsi tanggung jawab. Keseluruhan ekosistem perniagaan ini merepresentasikan integrasi yang harmonis dan aplikatif antara kearifan lokal, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan nilai-nilai etika bisnis Islam.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Konsumen, Hukum Ekonomi Syariah, Jual Beli Durian, Khiyar, Gharar. |
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 02:25 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 02:25 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12877 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
