Yusuf, Muhammad (2026) Tradisi Massukkiri Dalam Penguatan Komunitas di Desa Pakatellu Kecamatan Kusan Tengah. Sarjana thesis, IAIN Parepare.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2120203870231007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (8MB)

Abstract

Tradisi Massukkiri merupakan kesenian tradisional yang bersifat keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Bugis Pagatan tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Tradisi ini berupa pembacaan syair-syair maulid atau Barzanji. Tradisi ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya Nabi Muhammad Saw dan ungkapan rasa syukur atas segala rahmat yang telah diberikan Allah Swt. yang tercermin dari pembacaan syair-syair pujian, Asmaul Husna dan Sholawat-Sholawat pada pementasan Massukkiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Massukkiri dan nilai-nilai apa terkandung di dalamnya serta peran tradisi Massukkiri dalam penguatan komunitas. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan teori Fungsional Struktural oleh Talcott Parson dan Teori Modal Sosial oleh Coleman sebagai landasan dalam menganalisis hasil temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tradisi Massukkiri mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian sosial yang berperan dalam mempererat hubungan antarwarga. Pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan usia dan status sosial, sehingga mampu menciptakan komunikasi yang terbuka, menjaga keharmonisan, serta meminimalkan potensi konflik sosial. Selain itu, tradisi Massukkiri juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, menjaga identitas budaya masyarakat Desa Pakatellu, serta menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Meskipun minat generasi muda terhadap tradisi Massukkiri masih terlihat, tingkat keterlibatan mereka beragam sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemerintah desa agar tradisi ini tetap lestari. (2) tradisi Massukkiri mampu menciptakan hubungan sosial yang harmonis antarwarga tanpa membedakan status sosial. Pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara sukarela, dilandasi oleh rasa kebersamaan, tanggung jawab moral, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Selain itu, Massukkiri juga berperan dalam mempererat hubungan antar generasi melalui proses interaksi, kerja sama, dan pewarisan nilai-nilai budaya dari orang tua kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi Massukkiri tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat desa.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Tradisi Massukkiri, Hubungan Sosial, Keharmonisan Sosial.
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1699 Other Studies in Human Society > 169999 Studies in Human Society not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 03 Aug 2026 00:59
Last Modified: 03 Aug 2026 00:59
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12556

Actions (login required)

View Item View Item