Andriadi, Andriadi (2026) Strategi Pesantren dalam Menghadapi Era Digitalisasi (Studi Pesantren AL-Risalah Batetangnga). Sarjana thesis, IAIN Parepare.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2020203869201004.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

Penelitian mengenai strategi pesantren dalam menghadapi Era Digitalisasi masih tergolong terbatas, khususnya dalam konteks bagaimana lembaga pendidikan tradisional seperti Pesantren Al-Risalah Batetangnga menavigasi perubahan teknologi tanpa mengorbankan karakter dan nilai-nilai klasik yang sudah lama dijaga. Hambatan seperti keterbatasan fasilitas teknologi, jaringan internet yang tidak stabil, dan minimnya literasi digital di kalangan santri maupun ustadz menjadi hambatan yang nyata dalam proses adaptasi ini. Di sisi lain, kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat modern menjadikan digitalisasi sebagai langkah yang tidak dapat dihindari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui metode kualitatif. Pendekatan ini diterapkan untuk menggambarkan fenomena secara mendalam dan apa adanya, sehingga memberikan gambaran realistis terkait pola adaptasi pesantren terhadap Era Digitalisasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memastikan bahwa analisis yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan kondisi di permukaan, tetapi juga mengungkap dinamika internal yang dialami pesantren dalam mempertahankan tradisi sambil mengadopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pesantren Al-Risalah Batetangnga mampu mengembangkan strategi yang menyeimbangkan antara nilai-nilai tradisional dan pemanfaatan teknologi digital. Pesantren tetap menjaga metode pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan, serta menanamkan nilai-nilai adab, kedisiplinan, dan spiritualitas sebagai fondasi utama pendidikan. 2) Strategi pesantren dalam memanfaatkan teknologi dilakukan dengan menjadikan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti nilai-nilai utama pesantren. Teknologi digunakan untuk mempermudah administrasi serta memperluas akses informasi bagi santri dan pembina pesantren. Agar penggunaannya tetap terkendali, pesantren menerapkan pengawasan digital dan memberikan pembinaan tentang etika bermedia. Selain itu, penggunaan perangkat teknologi dibatasi dan diarahkan sesuai kebutuhan pendidikan. Dengan cara ini, pesantren mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang telah menjadi warisan utamanya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Strategi, Pesantren, Era Digitalisasi.
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sosiologi Agama
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 31 Jul 2026 07:50
Last Modified: 31 Jul 2026 07:50
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12536

Actions (login required)

View Item View Item