Zaqib, Najmu (2026) Syekh Abdul Mannan Tosalamaq Disalabose dan Kontribusinya dalam Islamisasi di Kerajaan Banggae Abad ke-17. Sarjana thesis, IAIN Parepare.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2220203880230007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Syekh Abdul Mannan dalam proses penyebaran Islam di wilayah Mandar, khususnya di Kerajaan Banggae. Syekh Abdul Mannan Tosalamaq di Salabose dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar Islam yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Banggae. Adapun fokus penelitian ini meliputi: (1) Biografi singkat Syekh Abdul Mannan Tosalamaq Disalabose, (2) Proses dakwah dan strategi islamisasi yang dilakukannya di Kerajaan Banggae, serta (3) Dampak dan kontribusinya terhadap islamisasi yang dilakukan oleh Syekh Abdul Mannan pada Masyarakat Banggae. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Adapun teori yang digunakan adalah Teori islamisasi Azyumardi Azra yang menjelaskan bahwa penyebaran Islam di Nusantara berlangsung melalui jaringan ulama, pendidikan, perdagangan, dan pendekatan sosial budaya. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan Teori Akulturasi Budaya Clifford Geertz untuk memahami proses interaksi antara ajaran Islam dengan budaya lokal masyarakat Banggae yang melahirkan bentuk-bentuk budaya baru tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Abdul Mannan Tosalamaq Disalabose merupakan ulama yang berperan penting dalam memperkuat perkembangan Islam di Kerajaan Banggae. Dalam menjalankan dakwahnya, beliau menggunakan pendekatan yang damai dan persuasif melalui pendidikan agama, pembinaan moral masyarakat, serta kerja sama dengan pihak kerajaan dan tokoh adat. Strategi tersebut memudahkan masyarakat menerima ajaran Islam tanpa menimbulkan konflik dengan tradisi yang telah ada. Proses islamisasi yang berlangsung menunjukkan adanya akulturasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal sehingga menciptakan kehidupan masyarakat yang religius sekaligus tetap mempertahankan unsur budaya daerah. Kontribusi Syekh Abdul Mannan tidak hanya terlihat pada meningkatnya pemahaman dan praktik keagamaan masyarakat, tetapi juga pada terbentuknya lembaga-lembaga keagamaan, berkembangnya tradisi Islam, serta menguatnya identitas keislaman di Kerajaan Banggae. Dengan demikian, Syekh Abdul Mannan Tosalamaq di Salabose memiliki peran strategis dalam proses islamisasi dan transformasi sosial budaya masyarakat Banggae.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Syekh Abdul Mannan Tosalamaq Disalabose, Islamisasi, Kerajaan Banggae, Dakwah, Akulturasi Budaya.
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210299 Curatorial and Related Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 31 Jul 2026 02:47
Last Modified: 31 Jul 2026 02:47
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12531

Actions (login required)

View Item View Item