Wahyuni, Wahyuni (2026) Kearifan Lokal Dalam Sistem Politik Tradisional Bugis Kerajaan Nepo Di Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Sarjana thesis, IAIN Parepare.

[thumbnail of Teks Lengkap] Text (Teks Lengkap)
2020203880230042.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini membahas kearifan lokal dalam sistem politik tradisional Bugis pada Kerajaan Nepo yang terletak di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Kerajaan Nepo merupakan salah satu kerajaan lokal yang memiliki struktur pemerintahan unik berbasis adat dan nilai budaya, namun kajian historis tentangnya masih sangat terbatas. Minimnya literatur tertulis menjadikan penelitian ini penting untuk merekonstruksi kembali sejarah serta memahami bagaimana nilai-nilai budaya Bugis membentuk sistem politik tradisional di kerajaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah terbentuknya Kerajaan Nepo serta mengetahui kearifan lokal dalam sistem politik tradisional bugis Kerajaan Nepo di Kecamatan Mallusetassi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan antropologi politik. Data diperoleh melalui studi pustaka, penelusuran arsip, serta wawancara dengan narasumber lokal sebagai sumber lisan. Data kemudian dianalisis menggunakan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teori yang digunakan dalam analisis adalah teori strukturasi untuk memahami hubungan antara struktur kekuasaan dan tindakan masyarakat, serta teori kearifan lokal sebagai pijakan untuk menggali nilai-nilai budaya yang menjadi dasar tata kelola pemerintahan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Nepo berasal dari keturunan bangsawan Luwu dan Tanete melalui tokoh Baso Tungke dan Puang Pitue. Sistem politik Kerajaan Nepo berkembang dengan pola kepemimpinan kolektif melalui Arung Patappuloe (Raja Empat Puluh), sehingga kekuasaan dijalankan berdasarkan musyawarah adat. Kearifan lokal seperti siri’, pesse, ade’, dan prinsip pangadereng menjadi pedoman utama dalam pemerintahan, menjaga stabilitas politik, keharmonisan sosial, serta hubungan antarkerajaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kearifan lokal berperan penting sebagai dasar legitimasi kekuasaan dan mekanisme penyelesaian konflik dalam sistem politik tradisional Kerajaan Nepo.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Kearifan Lokal, Politik Tradisional Bugis, Kerajaan Nepo, Arung Patappuloe.
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200299 Cultural Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Asnita Asnita
Date Deposited: 30 Jul 2026 05:19
Last Modified: 30 Jul 2026 05:19
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12513

Actions (login required)

View Item View Item