RAHIM, ABD (2026) NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI MASARA DI DESA LEPPANGENG KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG. Sarjana thesis, IAIN PARE PARE.
|
Text (Full Teks)
2220203886208064.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
Abd. Rahim. Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Tradisi Masara di Desa Leppangeng Kabupaten Sidenreng Rappang (dibimbing oleh Bapak Muzakkir) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi masara di Desa Leppangeng, Kabupaten Sidenreng Rappang. Tradisi masara merupakan warisan leluhur yang melibatkan aktivitas kolektif masyarakat dalam berbagai ritual sosial dan keagamaan sebagai bentuk ungkapan syukur dan penguatan identitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat setempat yang memahami secara mendalam makna dan pelaksanaan tradisi masara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi masara terdiri atas beberapa tahapan utama, yaitu sipulung (musyawarah), massombung bola (pelebaran rumah), makallu (akikah), cakkabere (khataman Al-Qur’an), dan massapu kaburu (ziarah kubur). Penerimaan masyarakat terhadap tradisi masara tergolong sangat baik, yang ditunjukkan oleh pemahaman masyarakat terhadap tradisi sebagai warisan leluhur, tingginya partisipasi dalam pelaksanaannya, serta manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan. Penerimaan tersebut semakin kuat karena adanya nilai-nilai keagamaan didalamnya serta dukungan faktor historis, sosial, ekonomi, dan religius yang mendorong masyarakat untuk terus melestarikan tradisi masara. Tradisi masara juga mengandung berbagai nilai pendidikan Islam yang terintegrasi dalam kehidupan masyarakat. Nilai pendidikan keimanan tercermin dalam kegiatan makallu, cakkabere, dan massapu kaburu yang mengajarkan rasa syukur, kedekatan kepada Allah, dan kesadaran akan kehidupan akhirat. Nilai pendidikan akhlak tampak pada praktik mappatabe’, sikap saling menghargai, serta menjaga adab dalam berinteraksi. Nilai pendidikan jasmani terlihat dalam kegiatan massombung bola yang dilakukan secara gotong royong sehingga menumbuhkan kekuatan fisik, dan kerja sama. Nilai pendidikan kejiwaan tercermin dalam kegiatan sipulung yang mengajarkan keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab. Sementara itu, nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan terlihat pada praktik masewwa dan gotong royong yang menumbuhkan kepedulian, solidaritas, kerja sama, serta sikap saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi Masara, Nilai Pendidikan Islam, Penerimaan Masyarakat, Kearifan Lokal |
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah > Program Studi Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 03:41 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 03:41 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12377 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
