IBRAHIM, IBRAHIM (2026) AKIBAT HUKUM PENOLAKAN BARANG DALAM PRAKTIK JUAL BELI ONLINE MELALUI MEDIA SOSIAL PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DI KOTA PAREPARE. Sarjana thesis, IAIN PAREPARE.
|
Text (Full Teks)
2220203874234020.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (7MB) |
Abstract
IBRAHIM, Akibat Hukum Penolakan Barang Dalam Praktik Jual Beli Online Melalui Media Sosial Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Di Kota ParePare (Dibimbing oleh Bapak Rustam) Maraknya transaksi jual beli online melalui media sosial di Kota Parepare menimbulkan permasalahan hukum yang kompleks, khususnya terkait penolakan barang akibat ketidaksesuaian produk dengan deskripsi yang ditampilkan, cacat barang, serta kesalahan pengiriman. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik penolakan barang dalam transaksi jual beli online melalui media sosial, mengkaji akibat hukum yang ditimbulkan, serta merumuskan model penyelesaian sengketa berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penjual dan pembeli di Kota Parepare. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada teori khiyar, teori perlindungan konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, serta teori jual beli (al-bai') yang berlandaskan prinsip keadilan, kejujuran, dan larangan gharar maupun tadlis dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan barang yang disebabkan oleh ketidaksesuaian spesifikasi, cacat produk, dan kesalahan pengiriman dapat dibenarkan melalui mekanisme khiyar 'aib dan khiyar ru'yah dalam Hukum Ekonomi Syariah. Akibat hukumnya, penjual wajib memenuhi kewajiban berupa pengembalian dana, penggantian barang, atau ganti rugi sebagaimana diatur dalam Pasal 1243 dan 1267 KUHPerdata, selaras dengan konsep fasakh dan ta'widh dalam syariah. Penyelesaian sengketa pada umumnya dilakukan melalui jalur non-litigasi dengan mengedepankan prinsip ishlah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penolakan barang yang sah secara syariah merupakan instrumen perlindungan konsumen yang mencerminkan nilai keadilan dan amanah dalam muamalah digital
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jual Beli Online, Penolakan Barang, Khiyar, Hukum Ekonomi Syariah, Perlindungan Konsumen |
| Subjects: | 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | evi muhartini tahir |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 04:00 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:07 |
| URI: | https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/12328 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
