Eksistensi Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy

Aminah, St. (2019) Eksistensi Jamiyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassariy. TrustMedia Publishing, Parepare, Indonesia. ISBN 978 602 5599 14 9

[img]
Preview
Text (Full text)
Eksistensi Jamiyah Khalwatiyah.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

Istilah Khalwatiyah berasal dari kata khalwat yang artinya menyendiri untuk bertafakkur, sebagaimana halnya Nabi saw saat sebelum menerima wahyu, setiap harinya berkhalawat di Gua Hira. Persfektif lain, istilah sekaligus penamaan Khalwatiyah dinisbatkan kepada tokoh dan sufi, Syekh Muhammad bin Nur al-Khalwati (w.665 H) sebagai mursyid awal tarekat Khalwatiyah, yang dalam hidup kehidupannya senantiasa berkhalwat ditempat-tempat sepi.

Ditinjau dari segi sense histori-nya Tarekat Khalwatiyah ini merupakan bagian dari Tarekat al-Suhrawardiyah yang toko utamanya adalah Syekh Syihabuddin Abi Hafs Umar al-Suhrawardi al-Bagdad (539-632 H)

Tarekat Khalwatiyah, pada mulanya berkembang pesat di Mesir berkah keteguhan seorang mursyid Musthafa bin Kamaluddin bin Ali al-Bakri al-Shiddiqi, yang lebih masyur dengan namanya Mustafa al-Bakri seorang Sufi yang berasal dari Damaskus- Syiria, menerima ijazah tarekat dari gurunya. Syekh Abdullah Latif bin Syekh Husamuddin al-Halabi.

Perkembangan selanjutnya, Tarekah Khalwatiyah membumi di daratan Iran pada abad ke-9 H dengan tokoh terkenalnya Syekh Saifuddin al-Khalwatiy (w. 884 H/ 1381 M) dan Syekh Zhahiruddin al-Khalwatiy (w.900 H/ 1397 M) dari sini tarekat khalwatiyah berkembang keluar mengitari berbagai daerah dan negara.

Perkembangan itu, lebih matang saat Perkembangan tarekat itu lebih matang saat Syekh Shahruddin al-Khalwatiy (w. 832 H) yang menerima ijazah tarekat dari Syekh Izzuddin al Syarwani al-Khalwatiy (w. 815 H/ 1312 M) menerima ijazah tarekat dari gurunya Syekh Muhammad al-Khalwatiy (780H/1277 M), dari Syek umar al-Khalwatiy (w. 730 H) lebih berkembang dari priodenya Syekh Baha’uddin al-Syarwani al-Bakwi (w. 879 H) yang terkenal sebagai mujaddid tarekat Khalwatiyah secara amaliah, seiring dengan berkembangnya tarekat dibawah kendali mursyid Syekh Yahya Jalaluddin bin Sayyid Baha’uddin al-Syarwani al-Bakwi yang pada gilirannya tarekat khalwatiyah bercabang dalam arti berkembang terus menerus sampai sekarang.

Item Type: Book
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 29 Oct 2019 16:58
Last Modified: 29 Oct 2019 16:58
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/841

Actions (login required)

View Item View Item