Konstribusi K.H. Muhammad Saleh dalam Menanamkan Nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene (1942-1969)

Kalsum, Ummi (2019) Konstribusi K.H. Muhammad Saleh dalam Menanamkan Nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene (1942-1969). Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Full text)
14.1400.012.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

K.H. Muhammad Saleh, sosok ulama yang sangat kharismatik. Dia adalah seorang tokoh tarekat Qadiriyah yang memiliki silsilah jelas dari tarekat Qadiriyah itu sendiri. K.H. Muhammad Saleh yang lahir pada tahun 1913 dan wafat pada tanggal 10 April 1977, sejak kecilnya sudah fanatik dengan agama.

Adapun sub masalahnya: 1) bagaimana biografi K.H. Muhammad Saleh, 2) bagaimana pemikiran K.H. Muhammad Saleh dalam menanamkan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene (1942-1969), 3) bagaimana konstribusi K.H. Muhammad Saleh dalam menanamkan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene (1942-1969).

Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Sejarah, Sosiologi Agama dan Antropologi.

Hasil penelitian ini mengungkapkan: K.H. Muhammad Saleh atau Annangguru Saleh adalah ulama besar dan kharismatik yang sangat berpengaruh di kalangan masyarakat Majene, lahir pada tahun 1913 M. Gelar Annangguru bagi K.H. Muhammad Saleh adalah gelar khusus yang diberikan kepada seorang ulama waliyullah yang memiliki karamah. K.H. Muhammad Saleh dalam hal menanamkan nilai-nilai Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah di Majene melalui dua bidang pertama; Dakwah dan kedua; Pendidikan sebagai guru tarekat Qadiriyah. Pemikiran keagamaannya dapat dilihat dari peta perkembangan tarekat Qadiriyah yang diajarkannya di Mandar, yakni mengenai Tuhan, Alam Semesta, dan Manusia. Amalan tarekat yang merupakan ritual ibadah paling populer di kalangan pengikut tarekat Qadiriyah adalah melaksanakan shalat laylatul qadr pada setiap 27 Ramadhan, dilaksanakan di bukit Bukku Salabose. Amalan-amalan dalam tarekat Qadiriyah tersebut berdasarkan pada faham konsep Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 26 Aug 2019 18:46
Last Modified: 26 Aug 2019 18:46
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/649

Actions (login required)

View Item View Item