Model komunikasi keluarga nelayan (studi kasus tingkat kepuasan istri terhadap pekerjaan suami sebagai nelayan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang)

Nurmadinah, Nurmadinah (2016) Model komunikasi keluarga nelayan (studi kasus tingkat kepuasan istri terhadap pekerjaan suami sebagai nelayan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang). Undergraduate thesis, STAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12.3200.009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Kepuasan perkawinan adalah terpenuhinya kebutuhan fisiologis dan psikologis. Terkait dengan tiga kebutuhan tersebut, apabila tidak dipenuhi maka akan menimbulkan masalah dalam rumah tangga sebagaimana keluarga nelayan yang bertempat tinggal di pesisir di desa ujung lero kabupaten pinrang, yang pada umumnya kepala keluarganya lebih banyak menghabiskan waktu untuk melaut dibandingkan waktu yang digunakan untuk keluarga sehingga penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana model komunikasi yang terjadi dalam keluarga nelayan dan bagaimana cara suami memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologis istri nelayan di desa Lero saat berada jauh.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Model Komunikasi Keluarga Nelayan (Studi Kasus Tingkat Kepuasan Istri terhadap Pekerjaan Suami sebagai Nelayan di Desa Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dalam mengumpulkan data digunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus dari penelitian ini adalah istri-istri nelayan suku Mandar yang bermukim di Desa Ujung Lero.

Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menemukan hasil bahwa dalam komunikasi keluarga nelayan, lingkungan sangat berpengaruh terhadap pesan bisa sampai kepada penerima. Menggunakan model komunikasi pluralis yakni memiliki tingkat percakapan yang tinggi, tetapi rendah dalam kesesuaian. Keluarga nelayan memiliki banyak kebebasan percakapan, tetapi pada akhirnya mereka akan membuat keputusan sendiri tentang tindakan apa yang harus. Orangtua dari keluarga pluralistis cenderung digolongkan sebagai orangtua yang mandiri, Kemandirian membuat suami dan istri tidak terlalu saling bergantung. Ada beberapa faktor yang menjadi kepuasan tersendiri bagi istri nelayan, yakni saat suami menelfon dan menanyakan kabar istri dan anaknya, saat suami memberi perhatian walaupun hanya dengan ucapan, saat suami mengucapkan kata-kata romantis, saat suami selalu bekerja keras untuk menafkahi keluarganya, suami tidak hanya menafkahi keluarganya tetapi juga menafkahi keluarga istrinya.Pemenuhan kebutuhan fisiologis istri, dirasa terpenuhi saat suami mengirim uang. Pemenuhan psikologis, yakni kebutuhan rasa aman dirasakan terpenuhi saat suami pulang dengan selamat, kebutuhan cinta, sayang dan kepemilikan dirasakan terpenuhi saat suami mengucapkan kata yang menunjukkan rasa perhatiannya terhadap istri, kebutuhan harga diri dirasa terpenuhi saat suami memuji peranan istri yang juga sebagai kepala keluarga saat suami berada di laut, dan yang terakhir istri merasa kebutuhan aktualisasi dirinya terpenuhi saat dapat menghasilkan uang sendiri sehingga dapat membantu perekonomian keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 22 Jan 2019 19:27
Last Modified: 22 Jan 2019 19:27
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/499

Actions (login required)

View Item View Item