Peran penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) bagi masyarakat Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang (berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI no. 516 Tahun 2003)

Faizal, Ahmad (2017) Peran penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) bagi masyarakat Kecamatan Mattirobulu, Kabupaten Pinrang (berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI no. 516 Tahun 2003). Undergraduate thesis, STAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12.3200.004.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (9MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Penyuluh Agama Islam adalah mitra Bimbingan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, sekaligus sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan tugas membimbing umat islam dalam mencapai kehidupan yang bermutu, dan sejahtera lahir batin. Dalam pelaksanaannya tugasnya, Penyuluh Agama Islam diberikan Tugas Pokok sebagai pedoman pelaksanaan tugas, berdasarkan keputusan Menteri Agama RI. nomor 516 tahun 2003.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama mattirobulu sesuai pedoman Tugas pokok pelaksanaan yang berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI nomor 516 tahun 2003. Bagaimana eksistensi penyuluh agama islam bagi masyarakat, bagaiamana penyuluh agama melaksanakan kegiatan sesuai tugas yang diberikan dan bagaimana peran penyuluh agama islam sesuai tugas yang diberikan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, teknik analisis observasi, teknik tinjauan kepustakaan, Dokumentasi, dan Wawancara. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data.

Penelitian ini membuktikan bahwa penyuluh agama islam KUA Mattirobulu memiliki peran penting dalam masyarakat, Apresiasi yang diberikan menunjukan eksistensi penyuluh agama bagi masyarakat dianggap penting. Dari tugas-tugas yang dilakukan penyuluh agama islam, terdapat kesesuaian dengan tugas pokok yang ada pada Keputusan Menteri Agama No. 516 tahun 2003 tentang Tugas pokok dan teknis pelaksanaan penyuluh agama, namun dalam eksistensinya secara fungsional, terdapat ketidak sesuaian, karena tidak adanya penyuluh agama madya, dan penyuluh agama muda yang mengambil alih tugas penyuluh agama madya tersebut, maka hal tersebut membuat ketidak sesuaian antara apa yang ada pada Tupoksi, dengan apa yang ada pada penyuluh agama islam KUA Mattirobulu.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 22 Jan 2019 17:35
Last Modified: 22 Jan 2019 17:35
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/496

Actions (login required)

View Item View Item