Penyelesaian Sengketa KDRT Dalam Nikah Sirri Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional

Sudirman, Ardiansyah (2021) Penyelesaian Sengketa KDRT Dalam Nikah Sirri Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional. Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img] Text (Full Text)
15.2100.041.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB)

Abstract

Fokus penelitian ini mengkaji tentang Penyelesaian Sengketa KDRT Dalam Nikah Sirri perspektif Hukum Islam Dan Hukum Nasional (Studi Di Kota Parepare) dengan mengkaji 3 (tiga) rumusan masalah (1) Apa factor dan bentuk terjadinya KDRT dalam nikah Sirri di Kota Parepare? (2) Bagaimana bentuk penyelesaian sengketa KDRT dalam nikah sirri di Kota Parepare? (3) Bagaimana penyelesaian sengketa KDRT dalam nikah sirri di Kota Parepare menurut hukum Islam dan hukum Nasional?

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field Research) dan penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam mengelola dan menganalisis data, dalam penelitian ini data diperoleh dari data primer dan data sekunder, Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab terjadinya kdrt yang dilakukan oleh suami kepada isteri di kota parepare terbagi atas dua faktor, pertama faktor pendorong terkait adanya budaya patriarki. kedua factor pemicu yang meliputi seperti factor perilaku, keterbatasan ekonomi. bentuk kdrt yang ditemui di lapangan adalah kekerasan fisik yang membuat korban menderita sakit maupun luka, kekerasan fisik seperti mencekik, menampar, serta menendang, sedangkan kekerasan psikis adalah perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya karena diancam. (2) hasil penelitian dalam proses penyelesaian kasus kdrt yang dilakukan oleh masyarakat kota parepare ada dua cara yaitu para pihak menyelesaikan kasusnya tanpa bantuan penengah (mediator), dan para pihak yang bersengketa meminta keluarganya sebagai penengah (mediator) dalam sengketa mereka untuk menjamin terjaganya kerahasiaan dalam pertemuan penyelesaian sengketa. (3) penyelesaian sengketa kdrt dalam nikah sirri menurut hukum islam yaitu dengan jalan perdamaian, baik melalui hakam dan mediasi, praktek mediasi lebih jelas lagi apabila mencermati sengketa keluarga seperti kasus-kasus perselisihan, percekcokan, dan petengkaran (syiqaq) dalam lingkup kehidupan keluarga yang secara tekstual dinyatakan dalam Q.S. an-Nisa/4 : 35 dan 128. bimbingan konseling seseorang bisa terpentunjuk dan mempunyai tujuan dalam menyelesaikan permasalahan yang berlandaskan pada Al-Qur’an guna memahami tugas dan kewajibannya sebagai suami dan istri, maka dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan bimbingan dan konseling yang baik. penyelesaian sengketa kdrt menurut hukum nasioanl yaitu Perkawinan sirri dalam undang-undang perkawinan tidak dikenal. tiadanya pengakuan Negara dan akte nikah menjadikan posisi perempuan (istri) sangat lemah dalam hal melakukan tindakan hukum berupa tuntutan pemenuhan hak-hak apabila ditinggal suami, medapatkan kekerasan dalam rumah tangga, suami meninggal dan atau dicerai suaminya Hukum adat sebagai suatu system hukum memiliki pola tersendiri dalam menyelesaikan sengketa. Penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum adat dapat dilakukan melalui musyawarah yang mengambil bentuk mediasi, negosiasi, fasilitasi, dan arbitrase.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Nikah Sirri, KDRT, Penyelesaian Sengketa KDRT
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012819 Nikah Sirri
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Hidayatullah Hidayatullah
Date Deposited: 26 Oct 2022 09:02
Last Modified: 26 Oct 2022 09:02
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/4238

Actions (login required)

View Item View Item