Gerakan Sosial Islam di Indonesia: Analisis terhadap Pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani

Amin, Sitti Jamilah (2016) Gerakan Sosial Islam di Indonesia: Analisis terhadap Pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani. The Phinisi Press, Yogyakarta, Indonesia. ISBN 978-602-6941-11-4 (Unpublished)

[img]
Preview
Text (Full text)
BUKU JAMILAH-pdf.pdf - Published Version

Download (916kB) | Preview

Abstract

Seperti banyak anak pada masanya, atau banyak keluarga Muslim pada masa itu yang mendidik anak-anak mereka, Taqiyuddin an-Nabhani, yang dilahirkan pada tahun 1908 di Palestina, sudah hafal al-Qur’an ebelum usianya 13 tahun. Kabilah Arab dari Bani Nabhan yang menghuni padang Sahara di Palestina dinisbatkan kepada namanya. Dari ayahnya, seorang pengajar ilmu-ilmu syariah di Kementerian Pendidikan Palestina dan ibunya yang memahami beberapa cabang ilmu syariah, Taqiyuddin an-Nabhani mewarisi sifat kecendekiawanan. Jadi, sejak usia muda, suasana keilmuan dan keislaman telah tumbuh dengan baik pada diri Taqiyuddin lewat iklim yang demikian di dalam kehidupan keluarganya. Jika kelak dia menjadi pelopor utama gerakan pembelaan terhadap sistem kekhalifahan Islam, semangat itu diturunkan dari kakeknya, ayah dari ibunya, Syeikh Yusuf An-Nabhani, yang berpandangan bahwa “Khilafah Usmaniyah adalah penjaga agama dan aqidah, simbol kesatuan kaum Muslimin, dan mempertahankan institusi umat”. Gerakan pembelaan, atau, lebih tepatnya, pengembalian sistem kekhalifahan Islam untuk seluruh negeri Islam, menemukan gaungnya yang membahana di tangan Taqiyuddin an-Nabhani dengan organisasi politik yang ia dirikan yaitu Hizbut Tahrir, dan di Indonesia bernama: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Adanya keinginan untuk melakukan reformasi politik (dalam konteks makro) oleh kalangan tertentu selalu mengemuka dan menjadi fenomena global. Dalam dunia Islam misalnya, sangat banyak gerakan yang muncul sebagai respons terhadap kondisi ketidakadilan, marginalisasi, bahkan tekanan politis dari kelompok dominan. Gerakan yang muncul pun bervariasi, mulai dari bentuk gerakan, motif, serta tujuannya. Variasi gerakan yang berkembang tidak lepas dari akar masalah yang direspons serta ideologi yang menjadi pijakan kelompok pengusungnya. Gerakangerakan tersebut pun ada yang hanya sebatas menyuarakan aspirasi, ada pula yang menginginkan perubahan kebijakan, hingga yang hendak melakukan reformasi total semisal perubahan dasar suatu negara.

Item Type: Book
Depositing User: aldi aldi aldi
Date Deposited: 20 Jul 2017 14:01
Last Modified: 28 May 2022 03:34
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/37

Actions (login required)

View Item View Item