Implementasi Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Spritual Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II A Parepare

Saputra, Mardian (2021) Implementasi Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Spritual Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas II A Parepare. Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Full text)
16.3300.044.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Lembaga Pemasyararakatan merupakan tempat bagi narapidana menjalankan masa tahanannya. Dalam masa tahanan, LAPAS bertugas untuk membina narapidana agar menjadi lebih baik dan tidak mengulang kesalahannya. Maka dari itu perlu diadakan aktivitas dakwah di dalam LAPAS dengan tujuan untuk meningkatkan spritual narapidana. Agar aktivitas dakwah berjalan efektif dan efisien, maka perlu mengimplementasikan atau menerapkan manajemen dakwah.

Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini membahas tentang implementasi manajemen dakwah dalam meningkatkan spritual narapidana. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi serta apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam meningkatkan spritual narapidana. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara observasi dan wawancara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Manajemen dakwah yang diimplementasikan oleh LAPAS Kelas II A Parepare dalam meningkatkan spritual narapidana adalah menentukan tujuankegiatan yang ingin dicapai berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 yakni untuk menyadarkan narapidana agara menyesali perbuatannya, kemudian menyusun program untuk mencapai tujuan tersebut. Program yang dibuat adalah BINTARA, Dua Warna, SABAR, SIRAMAN, KIASAN, dan SIRAT. Dalam pembagian tugas, narapidana yang sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, merekelah yang akan mengajarkan temannya yang lain. Bentuk evaluasi ada dua, evaluasi jangka pendek yakni dengan melihat absen kehadiran narapidana setiap hari. Evaluasi jangka panjang diadakan setiap tiga bulan sekali pada sidang TPP.2) Faktor pendukungnya adalah kompetensi serta kapasitas keilmuan yang dimiliki oleh setiap pembina yang membina narapidana, kebutuhan narapidana terhadap ketenangan hati melalui kegiatan keagamaan, aturan yang diberlakukan di dalam LAPAS. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya koordinasi antar pembina atau ustaz yang membawakan materi keagamaan terhadap narapidana dan ketidakhadiran ustaz untuk mengisi kajian tentang keislaman.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Implementasi, Manajemen Dakwah, Peningkatan Spritual, Narapidana, LAPAS
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Manajemen Dakwah
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 08 Jun 2022 07:26
Last Modified: 08 Jun 2022 07:26
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/3599

Actions (login required)

View Item View Item