Living Quran: Menelusuri Tafsir Semiotika Versi Arkoun

Muhammadun, Muzdalifah (2021) Living Quran: Menelusuri Tafsir Semiotika Versi Arkoun. Katanos Multi Karya, Parepare. ISBN 978-623-95360-6-0

[img]
Preview
Text (Full text)
(Book) Living Quran.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

Al-Qur’an diinginkan untuk tidak hanya dimaknai sebagai sebuah kitab suci, tetapi juga sebuah kitab yang isinya terwujud atau berusaha diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu studi tentang al-Qur’an akan mencakup bukan hanya al-Qur’an sebagai kitab dengan berbagai macam tafsirnya, tetapi juga berbagai upaya untuk merealisasikan tafsir-tafsir tersebut dalam kehidupan nyata, dalam hubungan antar sesama manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan alamnya.

The Living al-Qur’an atau “al-Qur’an yang hidup” adalah ungkapan yang tidak asing bagi kebanyakan orang Islam. Di kalangan mereka ungkapan ini dapat dimaknai berbagai macam. Pertama, ungkapan tersebut bisa bermakna “Nabi Muhammad” dalam arti yang sebenarnya, yaitu sosok Nabi Muhammad SAW, karena menurut keyakinan umat Islam akhlak Nabi Muhammad SAW adalah al-Qur’an.

Dalam al-Qur’an disebutkan bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW terdapat contoh yang baik. Hal ini diperkuat oleh hadits dari Siti Aisyah r.a., yang mengatakan bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW adalah al-Qur’an. Artinya, beliau selalu berperilaku dan bertindak berdasarkan pada apa yang terdapat dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW adalah “al-Qur’an yang hidup,” al-Qur’an yang mewujud dalam sosok manusia. Kedua, ungkapan tersebut juga bisa mengacu pada suatu masyarakat yang kehidupan sehari-harinya menggunakan al-Qur’an sebagai kitab acuannya. Mereka hidup dengan mengikuti apa-apa yang diperintahkan dalam al-Qur’an dan menjauhi hal-hal yang dilarang di dalamnya, sehingga masyarakat tersebut seperti “al-Qur’an yang hidup,” al-Qur’an yang mewujud dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kita tidak mempunyai contoh konkret dari masyarakat semacam ini, dan mungkin juga masyarakat semacam ini belum pernah ada, karena dalam masyarakat Islam yang manapun selalu saja terdapat bentuk-bentuk kehidupan, pola-pola perilaku, tindakan dan aktivitas yang tidak berdasarkan al-Qur’an.

Living Qur’an dalam buku ini akan menjadi satu seri yang insyaAllah akan penulis wujudkan seri-seri berikutnya baik penafisran-penfsiran para ulama tafsir maupun ulama kalam, baik dari kalangan klasik maupun kontemporer. Juga seri Living Qur’an pada buku berikutnya akan mengangkat living Qur’an dalam budaya kultural dan kearifan lokal di belahan nusantara yang luas ini.

Akhirnya, semoga buku ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin. Wabillahit Taufiq walhidayah.

Item Type: Book
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040301 Al-Quran, Tafsir and related science
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 13 Jan 2022 01:59
Last Modified: 13 Jan 2022 01:59
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/2885

Actions (login required)

View Item View Item