Dakwah Efektif (Public Speaking) bagaimana bertablig yang baik (perspektif Al-Qur`An dan ilmu komunikasi)

Hamang, Nasri (2016) Dakwah Efektif (Public Speaking) bagaimana bertablig yang baik (perspektif Al-Qur`An dan ilmu komunikasi). LbH Press STAIN Parepare, Parepare. ISBN 978-602-1904-9-2

[img]
Preview
Text (Fulltext)
Dakwah Efektif.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Keberadaan dakwah dalam agama Islam, secara garis besar dapat diklasifikasi dalam dua hal, yaitu normatif (syar’i) dan materil (fungsional). Secara normatif, baik al-Qur`an maupun hadis Nabi saw. berulang-ulang menekankan bahwa agama Islam adalah agama dakwah dan umat Islam adalah umat da’i. Agama Islam menuntut didakwahkan secara intensif dan kontinyu dengan menugaskan umat Islam sebagai penanggungjawabnya, baik secara individual maupun kolektif. Dakwah menjadi tanggung jawab besar seluruh umat Islam dari generasi ke generasi. Tugas dan tanggung jawab dakwah telah dilaksanakan Rasulullah saw., para sahabat, para tābi’īn dan para tābi’ tābi’īn dengan baik dan sempurna.

Dakwah secara materil mempunyai fungsi kognitif, fungsi attitude dan fungsi behavioral. Fungsi kognitif, yaitu berfungsi membangunilmu pengetahuan seluas-luasnya ke tengah-tengah masyarakat. Fungsi attitude, yaitu berfungsi membangun penghayatan masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai sebuah ilmu pengetahuan. Fungsi behavioral, yaitu berfungsi membangun masyarakat untuk memimiliki kepribadian yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Dakwah juga mempunyai fungsi moral-akhlakiah, fungsi psikis-batiniah dan fungsi sosio-kultural. Fungsi moral-akhlakiah, yaitu dakwah berfungsi mengembangkan manusia dalam memiliki moral yang baik (akhlāqul-karīmah), sehingga meraih kedudukan yang bermartabat di sisi Allah. Fungsi psikis-batiniah, yaitu dakwah berfungsi mengasah jiwa manusia untuk memisahkan shirāthal-mustaqīm dari jalan yang sesat sekaligus mampu menempuhnya dengan konsisten (istiqāmah). Fungsi sosio-kultural, yaitu dakwah berfungsi mendinamisasi masyarakat untuk membangun civil society menurut nilai-nilai ilahiah.

Abd. al-Aziz Kamil, penulis kitab al-Islām wa al-Mustaqbal mengemukakan, dakwah berperan dalam menjembatani terwujudnya fungsi kreatif, fungsi isolatif dan fungsi integratif agama dalam kehidupan masyarakat. Fungsi kreatif yaitu dakwah berfungsi menjadi kekuatan pendorong bagi setiap individu dan masyarakat dalam meningkatkan kreasi produktif. Fungsi isolatif, yaitu dakwah berfungsi menjadi kekuatan pemisah (isolator) antara diri dan penyelewengan. Fungsi integratif, yaitu dakwah berfungsi menjadi kekuatan pemelihara bagi suatu etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sementara Ibn Khaldun (1322-1406) dalam kitab Muqaddimah-nya membahasakan, dakwah itu mengakses fungsi penguatan (strengthening). Dakwah sangat berperan penting dalam menguatkan semangat keberagamaan dalam bidang keimanan, pemikiran dan pengamalan; serta dalam menempuh jalan orang-orang yang memperoleh hidayah dan dalam memberantas kelompok orang-orang pemberontak atau perusak kehidupan keagamaan.

Item Type: Book
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 22 Aug 2018 19:24
Last Modified: 22 Aug 2018 19:24
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/277

Actions (login required)

View Item View Item