Rahmawati, Rahmawati and Zulfah, Zulfah (2017) The contribution of MUI in marriage law reform in Indonesia: methodological study. In: International Conference on MUI Studies, 26-28 Juli 2017, Jakarta.

[thumbnail of Fulltext]
Preview
Text (Fulltext)
Peran Fatwa.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of Check Similarity]
Preview
Text (Check Similarity)
Check Similarity-The Contribution.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

INDONESIA: Tulisan ini mengkaji fatwa MUI tentang hukum pernikahan usia dini dan perkawinan di bawah tangan. Sub pokok masalah yang dikaji adalah bagaimana metode MUI dalam menetapkan fatwa tentang keabsahan kedua bentuk perkawinan tersebut. Dengan menggunakan analisis isi (analysis content), ditemukan bahwa MUI menetapkan kedua fatwa ini dengan berupaya mengintegrasikan pemikiran tradisional dengan pemikiran modern melalui metode akomodatif. Pemikiran tradisional digunakan dengan merujukpandangan ulama klasik (jumhur ulama) yang mengabsahkan pernikahan atas dasar rukun dan syarat pernikahan terpenuhi. Pemikiran modern digunakan dengan merujuk pada aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Setelah ditelaah lebih jauh, metode ini tampaknya kurang menyentuh aspek-aspek sosialogis dalam menyelesaikan permasalahan perkawinan yang tumbuh dalam masyarakat. Oleh karena itu, salah satu tawaran metodologis yang perlu dikembangkan dalam menyelesaikan persoalan hukum perkawinan di Indonesia adalah memperluas pendekatan sosiologis dalam menetapkan fatwa dan metode integratif antara normatif dan empiris yang berorientasi pada nilai-nilai dasar hukum Islam yang bersifat universal. ENGLISH: This article examines the fatwa of MUI about early marriage and unregistered marriage. Sub problem is the method of MUI in determining fatwa about the legality of both forms of the marriage. Research data was analyzed by using content analysis. The findings showed that MUI draw up fatwa about both forms of the marriage by integrating traditional and modern thought through accommodative method. Traditional thought is used with references to the view of classical scholars (jumhur ulama) endorsing the marriage on the fulfillment of basic principles and requirements of marriage and modern thought is used with references to the rules of law applicable in Indonesia. In further analysis, it was found that accommodative method less involved sociological aspects in solving marriage problems in community. Therefore, the researchers proposed a method in resolving the problem of marriage law in Indonesia. It is the use of sociological approach in drawing up fatwa and the use of integrative method between normative and empiric oriented at the basic value of universal Islamic law.

Item Type: Conference (Paper)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 06 May 2018 23:04
Last Modified: 29 May 2020 05:47
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/220

Actions (login required)

View Item View Item