Akulturasi Hukum Islam Terhadap Tradisi Mammatua dalam Perkawinan Masyarakat Bugis (Studi di Benteng Kab. Sidrap)

Jumriani, Jumriani (2020) Akulturasi Hukum Islam Terhadap Tradisi Mammatua dalam Perkawinan Masyarakat Bugis (Studi di Benteng Kab. Sidrap). Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Full text)
15.2100.049.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas akulturasi hukum Islam terhadap tradisi mammatua dalam perkawinan masyarakat bugis, penelitian ini mengajukan tiga rumusan masalah, yaitu; 1). pelaksanaan tradisi mammatua dalam perkawinan masyarakat bugis di Benteng Kab. Sidrap; 2). persepsi masyarakat tentang tradisi mammatua pada perkawinan masyarakat bugis di Benteng Kab. Sidrap, 3). adaptasi tradisi mammatua pada perkawinan masyarakat bugis dalam hukum Islam.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), deskriptif teknik pengumpulan data ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun pendekatan penelitian yang dipakai adalah pendekatan teologis normatife, sosiologis, dan antoropologis. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). adat mammatua dilakukan di penghujung acara atau setelah selesai acara resepsi, adat mammatua hanya dilakukan di kediaman laki-laki, yang terlibat dalam adat mammatua ialah orang tua dan keluarga laki-laki, pelaksanaan adat mammatua dilakukan sesuai yang telah dilakukan oleh orang tua terdahulu yang dimana adat ini lebih mengutamakan mempelai wanitanya untuk meminta restu kepada keluarga mempelai prianya, yang identi juga dengan barang bawaan yang berupa sarung, anreang dan juga kue kering dan dampak positif adat ini iyalah hubungan silaturahim yang terjalin didalamnya dan dampak negatif dari adat ini ialah kurangnya istirahat untuk kedua mempelai dikarenakan adanya persiapan menjelang adat ini; 2). kebiasaan yang dijadikan adat di kalangan masyarakat merupakan kebiasaan yang baik untuk diteruskan dan dilakukan turun temurun karena masyarakat berfikir bahwa adat ini dapat menjaga silaturahim antara kedua keluarga mempelai-nya dan juga meminta restu kepada keluarga suaminya, 3). tradisi mammatua pada perkawinan masyarakat Bugis dalam hukum Islam diperbolehkan dikarenakan adat ini tidak bertentngan dengan ajaran-ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Akulturasi, Hukum Islam, tradisi mammatua, perkawinan masyarakat Bugis
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012899 Islamic Family Law not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 21 Jan 2021 02:21
Last Modified: 21 Jan 2021 02:21
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/2099

Actions (login required)

View Item View Item