Akulturasi Budaya Bulleang Karua dan Islam di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa

Latif, Abd (2020) Akulturasi Budaya Bulleang Karua dan Islam di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa. Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Full text)
15.1400.027.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

Budaya bulleang karua yang dilaksanakan masyarakat Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa merupakan upacara pemakaman yang dilakukan secara turun temurun sebagi penghormatan kepada Raja ataupun keturunan raja yang meninggal dunia. Adapun sub masalah dalam penelitian ini, yaitu 1) Bagaimana Sosialisasi Pewarisan budaya bulleang karua. 2) Bagaimana tata cara pelaksanaa budaya bulleang karua. 3) Bagaimana nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam budaya bulleang karua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi pewarisan budaya bulleang karua, tatacara pelaksanaan dan nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam budaya tersebut.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing) dengan menggunakan metode induktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sosialisasi pewarisan budaya bulleang karua berasal dari Ulusa’dang Toraja yang diwariskan secara turun temurun dan terus mengalami pekembangan baik perubahan sebelum Islam maupun setelah proses Akulturasi dengan Islam. Tata cara pelaksanan budaya bulleang karua, yakni tahap perencanaan, tahapan persiapan, yaitu menyiapkan bambu, gendang, salokko’, La’lang (payung), kain putih, dan kerbau. Tahapan pelaksanan, yakni setelah jenazah selesai dishalatkan maka akan dikeluarkan melalui jendela, lalu dibawa ke keranda mayat yang kecil sebelum dibawa ke keranda yang lebih besar. Sebelum keranda mayat diangkat maka gendang akan dibunyikan. Keranda mayat diangkat diiringi ketukan gendang. Setelah sampai dikuburan dilaksanakan ritual penerikan kain sampai putus. Adapun nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam budaya bulleang karua, yaitu nilai solidaritas, nilai gotong-royong, nilai moral, nila spiritual dan niali estetis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Budaya bulleang karu, Akulturasi, Islam, Aralle
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies > 22040307 Islamic History
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 07 Jan 2021 03:43
Last Modified: 07 Jan 2021 03:43
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/2084

Actions (login required)

View Item View Item