Yani, Fitri (2020) Analisis Pembiayaan Arrum Haji berdasarkan Fatwa DSN MUI Nomor 92 Tahun 2014 (Studi Pegadaian Syariah Cabang Pangkajene). Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[thumbnail of Full text]
Preview
Text (Full text)
14.2200.058.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Pegadaian Syariah merupakan perusahaan BUMN milik Perum Pegadaian yang telah berkembang dan cukup diminati di kalangan masyarakat sebagai salah satu Lembaga Keuangan Syariah. Pembiayaan Arrum Haji merupakan produk pembiayaan dari Pegadaian Syariah yang ada sejak tahun 2016. Pembiayaan ini sebagai pembiayaan 25 juta rupiah untuk pendaftaran porsi haji dengan sistem gadai emas sebagai salah satu jaminannya. Dalam menjalankan pembiayaannya merujuk kepada Fatwa DSN MUI Nomor 92 tentang Pembiayaan disertai Rahn. Pembiayan ini berbeda dengan yang ada pada Lembaga Keuangan Syariah lainnya yang telah ditutup sejak tahun 2014 yaitu talangan haji dengan merujuk kepada Fatwa DSN MUI Nomor 29 Tahun 2002 . Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian mekanisme, akad, dan ketentuan antara pembiayaan Arrum Haji dengan Fatwa DSN MUI No.92 Tahun 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftif.Peneliti menggunakan pendekatan ini karena beberapa pertimbangan yaitu pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan-kenyataan.Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.Dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai dihadapi.Penelitian dengan pendekatan ini hanya menggambarkan tentang keadaan yang terjadi di lapangan atau di lokasi penelitian. Disamping itu, sebagai karya ilmiah tidak terlepas mengadakan penelitian kepustakaan dengan cara melalui buku yang relevan dengan masalah yang diangkat. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pembiayaan Arrum Haji secara umum memenuhi ketentuan Fatwa DSN MUI Nomor 92 Tahun 2014. Namun pada Pembiayaan Arrum Haji juga tidak diatur mengenai perpanjangan waktu, sehingga apabila tiga kali berturut – turut nasabah tidak membayar cicilan pembiayaan Arrum Haji maka secara otomatis sesuai dengan persetujuan pada saat akad dilakukan pencabutan porsi haji. Pada akad juga tidak di jelaskan secara detail mengenai hak dan kewajiban antara nasabah dan pihak pegadaian syariah. Sedangkan menurut penulis apabila diatur tentang perpanjangan waktu akan lebih flexibel. Perpanjangan waktu diatur juga dalam Fatwa DSN MUI N0. 92 Tahun 2014. Pembiayaan ini juga menjadi salah satu factor bertambah panjangnya antrian haji karena dengan adanya pembiayaan ini sangat mempermudah masyarakat untuk mendaftarkan dirinya. Dengan jaminan emas seberam 3,5gram atau setara dengan 2juta rupiah masyarakat sudah bisa mendapatkan pinjaman penbiayaan ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pembiayaan Arrum Haji, Analisis Arrum Haji, Fatwa DSN MUI No. 92 tahun 2014
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012799 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam > Program Studi Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 27 Oct 2020 00:05
Last Modified: 27 Oct 2020 00:05
URI: https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/1908

Actions (login required)

View Item View Item