Persepsi Remaja Menikah Terhadap Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap (Studi Pada Remaja Menikah)

Iskandar, Iskandar (2019) Persepsi Remaja Menikah Terhadap Pernikahan Usia Dini di Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap (Studi Pada Remaja Menikah). Undergraduate thesis, IAIN Parepare.

[img]
Preview
Text (Full text)
13.3200.024.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji bagaimana tahapan proses pembentukan persepsi remaja di kecamatan Baranti kabupaten Sidrap terhadap pernikahan usia dini dan bagaimana persepsi objek dan persepsi sosial terhadap pernikahan usia dini. Bertujuan mengetahui persepsi remaja menikah terhadap pernikahan usia dini di Kecamatan Baranti Kabupaten Sidrap dan persepsi objek dan persepsi sosial terhadap pernikahan usia dini. Kegunaan penelitian ini dapat menjadi masukan kepada orang tua, pemerintah dan khususnya remaja menikah usia dini dan dapat memberikan kontribusi pemikiran persepsi remaja menikah terhadap pernikahan usia dini.

Jenis penelitian ini adalah deskripstif kualitatif yaitu mencari informasi dengan mengumpulkan data berupa uraian kata-kata yang dilakukan peneliti melalui wawancara, hingga akhirnya peneliti mengupayakan, memahami dan menafsirkan data tersebut kemudian diolah untuk dapat menyimpulkan hasil akhir dari penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data yaitu wawancara dengan teknik analisis deduktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja pertama, bahwa tahapan proses pembentukan persepsi remaja menikah terhadap pernikahan usia dini kecamatan Baranti kabupaten Sidrap melalui tiga tahapan proses. (1) Proses encoding atau perekaman yakni terjadinya mis persepsi sebelum dan sesudah menikah, dimana sebelum menikah informasi tentang pernikahan dipersepsikan sebagai kondisi positif berdasarkan interaksi wakilan dengan orang yang telah menikah yakni orang tua tidak sesuai dengan kenyataan yang diinginkan karena sesudah menikah timbul dalam interaksi langsung melalui kondisi komunikasi negatif setelah mengalami pernikahan dini. (2) Proses stroge atau penyimpanan yakni penguatan persepsi terhadap kondisi negatif akibat kondisi psikologis yang belum memiliki daya tahan psikologis terhadap konflik hubungan sehingga terjadi pertengkaran, kekerasan fisik, tidak dinafkahi yang berdampak pada perceraian setelah mengalami pernikahan dini. (3) Proses retrival atau pemanggilan yakni teradinya perceraian karena hakikatnya objek berada dimasa yang tidak realistis, objek melihat cirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya, cita-cita yang tidak realistis maka timbullah kekecewaan karena tidak tercapainya tujuan yang ditetapkanya sendiri. Kedua, persepsi objek terhadap pernikahan dini objek tidak setuju dengan adanya pernikahan dini karena belum matang secara psikologis maupun fisikologis dan belum mengerti bagaimana harus mengurus rumah tangga karena ketidaktahuan mengenai hak dan kewajiban sebagai suami istri, hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan, tertutup kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang baik dan menghilangkan kesempatan bagi remaja untuk memilih pasangan yang disukai. Sedangkan dari segi persepsi sosial menolak adanya pernikahan usia dini karena melihat realitas yang terjadi banyaknya dampak negatif dibanding positif yaitu harus berakhir dengan perceraian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Persepsi, Remaja, Pernikahan, Usia Dini
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Program Studi Bimbingan Konseling Islam
Depositing User: Subhan Saleh
Date Deposited: 09 Apr 2020 07:48
Last Modified: 09 Apr 2020 07:48
URI: http://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/1227

Actions (login required)

View Item View Item